Fenomena Leak, Manohara, Ibu Prita, Artis Seksi Telanjang & Lonjakan Trafik

Leak & trafik? Apa hubungannya? Apa leak bisa mendatangkan trafic? Ada. Begini, beberapa waktu lalu, saya posting tentang topik yang menyangkut masalah leak, dan ternyata, dalam beberapa hari sejak postingan tadi saya publikasikan, terjadi lonjakan pengunjung yang sangat drastis ke blog ini.

ikadsnet
Fenomena leak dan traffic

Meski terjadi penurunan trafik, itu terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Hal ini wajar, karena masih banyak pengguna internet yang masih menggunakan akses internet dari kantornya, sehingga trafik pada hari Sabtu Minggu cenderung menurun. Website apa pun, pasti mengakami penuruan trafik pada hari Sabtu dan Minggu.

Lantas, apa hubungan antara leak dan trafik? Secara spesifik memang tidak ada. Tapi, ketika kita melakukan suatu posting yang bertujuan meningkatkan trafic (trafic dalam artian bukan niche trafic) pemilihan topik dan keyword menjadi sangat penting. Contohnya kasus di atas. Ketika masyarakat sedang heboh membicarakan pertarungan leak dengan Kiai, bisa jadi berita ini merupakan berita laris yang bisa mendulang trafic. Dan terbukti memang. Lihat saja grafik pengunjung di atas. Peningkatan menjadi sekitar 200% dalam satu hari saja.

Makanya, ketika kasus Manohara atau kasus Ibu Prita mencuat, pencari trafic berlomba-lomba menuliskannya, tujuannya adalah trafik…trafik…dan trafik…

Kenapa orang mengejar trafik? Ketika website dibangun untuk tujuan mencari duit, tanpa menjual produk spesifik (niche product), trafic adalah uang. Website yang dipenuhi oleh iklan-iklan PPC rata-rata mengandalkan trafik untuk mendanai dirinya. Website jenis ini adalah website yang menawarkan informasi. Pendapatan biasanya dari recehan yang berhasil dikumpulkan ketika pengunjung ngeklik iklan yang tampil di website bersangkutan. Meski recehan, ketika trafic tinggi, recehan bisa menggunung. Dan bukan hal yang mustahil ketika lantas pemilik-pemilik website jenis ini menghasilkan ratusan bahkan ribuan dollar dalam sehari.

Selain dengan cara di atas, ada pula yang mengundang trafik dengan keyword-keyword bernada nakal. Semisal gadis seksi, gadis bugil, artis bugil. Bahkan tidak jarang yang rada-rada nakal misal menuliskan kata-kata yang belum tentu benar, semisal Manohara bugil, Manohara telanjang, Manohara seksi dan sebagainya (maaf ini cuma sebagai perumpamaan).

Sedangkan untuk website yang lebih formal, dalam hal ini yang saya maksud lebih formal adalah website yang menjual produk nyata, misal jualan handicraft, furniture dan sebagainya, ngebom keyword seperti itu bukan hal yang efektif. Yang dituju sebenarnya bukan trafic yang melimpah, tapi lebih pada kualitas kunjungan dan pengunjung website. Pengunjung yang berkualitas maksudnya adalah pengunjung yang memang interest sama produk yang ditawarkan oleh website itu.

Ketika seseorang bertanya, “Website saya pengunjungnya banyak, tapi koq konversi pengujung menjadi inquiry sedikit ya?”  Atau ada pula yang menyatakan, “Website saya pengujungnya sedikit, tapi tiap hari ada saja inquiry yang masuk ke inbox saya.” Ya, itulah perbedaan antara trafic liar dan trafic yang bertarget.

Semoga bisa bermanfaat…

Dilema, Kerusakan Lingkungan Sekitar Gunung Batur

Kondisi Galian dan tekstur tanah setelah Galian C marak di Banjar Tabu Songan

Kondisi Galian dan tekstur tanah setelah Galian C marak di Banjar Tabu Songan

Gunung itu adalah sampah

Di belahan utaranya telah compang-camping karena lava hitamya telah kau jual.

Pohon pinus di belahan timurnya telah kau tebang dan ditanami sayur-mayur,

Belahan selatannya telah dibangun 2 ruas jalan hotmix tempat truk pengangkut batu lewat,

Belahan baratnya telah kau bikin compang untuk cari batu akik,…

Di puncaknya telah kau dirikan WC umum,

Gunung itu telah kau obral kepada turis.

Begitulah hobimu dari dulu,…

Merusak segala yang indah…

Kutipan di atas diambil dari “Samsara, Kita Semua adalah Monyet”, karya Pande Putu Setiawan.

Baru baris pertama saya baca dari penggalan kutipan di atas, yang terbayang adalah kondisi daerah sekitar Gunung Batur. Memang benar kondisinya sudah seperti itu.

Sungguh ironis, alam yang begitu cantiknya, yang merupakan salah satu tempat terindah di Bali mengalami keadaan separah itu. Bahkan bukan hanya seperti cerita yang termuat dalam bukunya Bli Pande. Di sepanjang jalan dari Penelokan sampai mendekati Pura Batur, jejeran restoran yang berdiri di tebing kaldera Batur turut menghiasi [atau merusak pemandangan?] di sekitar kawasan Gunung Batur itu.

Tapi ribuan orang menggantungakn hidupnya dari kerusakan itu. Mulai dari pengusaha restoran, karyawan restoran, sopir truk, penambang pasir, petani, sampai pedagang nasi bungkus keliling ikut mengais rejeki di sana. Ketika aturan dibentuk kadangkala berbenturan dengan kebutuhan perut masyarakat.

Ketika aturan ditegakkan, masyarakat demo karena lahan mereka untuk mencari nafkah terancam. Kalau dibiarkan, kerusakan makin menjadi.

Dilema, penerapan hukum menjadi mandul. Adakah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kerusakan itu?

Leak Bali vs Dukun [apa Kiai]???

Tadi siang ketemu teman, saya diperlihatkan sebuah video yang konon katanya pertarungan antara leak bali dengan beberapa orang dukun dari Jawa. Lumayan membuat penasaran…!!!

Malamnya sampai kantor saya coba browsing dan menemukan beberapa postingan di beberapa blog teman dan beberapa forum, ada beberapa blog yang menyebutnya pertarungan leak vs kiai ada pula yang menulis leak vs dukun. Yang mana yang benar, saya juga tidak tahu.

Beberapa waktu lalu juga beredar video tentang penampakan mata di langit di atas Pura Besakih. Meski akhirnya video mata dewa di Besakih ini terbantahkan dengan ditemukannya video sejenis, tapi lumayan membuat heboh masyarakat Bali. Terbukti harian lokal Bali sampai “mengkorankannya”.

Begitu pula dengan video leak yang beredar saat ini, tampaknya memang diragukan kebenarannya. Silakan tonton video di bawah ini.

Perhatikan suara anjing dan jangkrik yang diulang-ulang. Bahasa yang digunakan mereka sepertinya Bahasa Jawa. Satu hal lagi, video masih tetap jalan, bahkan masih melakukan zoom terhadap beberapa adegan, bahkan ketika salah seorang dari mereka sekarat. Yang membuat sangsi, mungkinkan kalau teman sudah sekarat masih bisa merekamnya? Harusnya yang pegang kamera panik dan memberi pertolongan…
CMIIW.

Meski di jaman internet dan teknologi saat ini, hal-hal yang berbau klenik tampaknya masih tetap menjadi bahan berita yang cukup menyita perhatian. Teknologi yang memungkinkan penyebaran arus informasi makin cepat membuat peredaran video ini makin cepat pula ke tangan masyarakat. Meski belum bisa dipastikan kebenarannya, kadang informasi semacam ini bisa menimbulkan efek luas di masyarakat.

Apalagi media cetak kadang memuat berita yang sering tanpa didasari penelusuran mendalam.

Semoga saja video ini hanya sebuah video iseng. Dan berharap masyarakat tidak menafsirkan macam-macam terhadap isi video ini…

Selanjutnya Anda yang memutuskan.

Nongkrong Yuks…!!!

Lumayan lama tidak posting. Gak punya mood, waktu tersita oleh Facebook, dan sedikit kesibukan membuat gairah dan hasrat menulis menjadi mandul. Tulisan ini sebagai tindak lanjut dan lahir dari hasil ejakulasi obrolan setelah nongkrong lesehan bareng bersama geng futsal BBC yang batal main Sabtu lalu. Dari obrolan ringan kangin kauh, kaja kelod, lahir ide tematik posting. Nah, teman-teman sudah pada posting disini, disini, disini, disini , disini, dan disini. Wah, lumayan efektif buat merangsang gairah menulis.

Blog yang sebagian besar sempat ditinggal selingkuh oleh pemilknya bersama mikro blogging seperti Twitter, Plurk, atau social networking Facebook, kini hidup bergairah kembali dan mencapai klimaks dengan postingan bertopik tempat nongkrong seputar Denpasar.

OK, karena tema untuk saat ini disepakati tentang tempat nongkrong, saya coba bongkar rahasia (wueh, serem benar) dimana saya biasa nongkrong.

1. Cafe Taji
Lokasi Jalan Hayam Wuruk, persis di depan kantor Harian Nusa Bali. Tau kan?  Menunya beragam, tapi banyakan cita rasa bule dan Jepang. Tapi ada beberapa menu Indonesia. Yang cukup murah adalah paket makan siang nasi goreng + es teh yang tidak lebih dari 15 ribu per orang. Yang bikin betah disana lama-lama apalagi kalo bukan Free WIFI. Bisa dipergunakan sepuasnya, tanpa ada batasan minimal belanja. Saya paling sering nongkrong di tempat ini bersama Balibuddy.

2. Dunkin Donuts Simpang 6
Lokasi simpang 6, Jalan Teuku Umar. Tempat lumayan adem plus koneksi internet gratis meski agak lambat. Tapi untuk nongkrong, lumayan adem. Di hari-hari tertentu kadang ada live music. Dulu sebelum punya koneksi internet sendiri, saya biasa main kesana. Untuk menghemat ongkos, biasanya cuma mesen paket yang paling murah. Kalo tidak salah harganya 10 ribuan plus PPN 10%. Kadang ketemuan sama klien juga disini.

3. Dapur Alam
 Lokasi Jalan Patih Jelantik, daerah sentral parkir Kuta. Tempat ini biasa menjadi tempat makan siang dulu ketika kantor masih di Jalan Dewi Sri. Kalo tidak di Food Courtnya Tiara, biasa makan disini. Kadang sepulang kantor biasa nongkrong disini. Tempatnya lumayan teduh dikelilingin rimbun pohon-pohon besar. Harga makanan, lumayan masih bisa dijangkau kantong kempis seperti saya. Free WIFI, cuma kalo duduknya di bangunan paling ujung, kadang sinyal WIFI tidak nyampe.

4. Warung Soto Ceker Terpal Kuning di Pasar Kreneng
Warung ini berada di sebelah timur Pasar Kreneng.  Bukanya malam-malam. Menu khasnya soto ceker dan soto sapi. Biasa makan tengah malam disini. Yang paling sering saya pesan nasi soto ceker + susu panas + telur setengah matang yang ditaburi merica. Hmmm, luamayan membangunkan mata yang sudah setengah mengantuk di tengah malam. Disini bukan nongkrong sih sebenarnya, karena sehabis makan langsung pulang. No WIFI.

5. Forrest Club
Depannya TVRI Renon. Baru beberapa kali disana. Suasana cukup nyaman, cuma makanan dan cemilan masih terbatas. Selengkapnya bisa dibuka2 disini 

6. Warung Kopi Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur
Kalo disini nongkrongnya biasa untuk meeting urusan kerjaan dengan klien bule yang berada di daerah Sanur. Hmmmm, kalo gak dibayarin, jarang mau kesini. Lumayan nguras isi kantong…Hahahahaha 

Selain tempat-tempat di atas, masih ada beberapa tempat dulu saya biasa nongkrong. Misal di sini dan disini. Berhubung ada beberapa kejadian yang kurang berkenan (baca ini, ini, ini dan ini) di dua tempat tersebut, akhirnya saya tidak pernah main kesana lagi

Kalau untuk daerah luar Denpasar, khususnya bagi Anda yang suka wisata kuliner di Bali, saya akan bahas khusus di lain waktu. 

Let’s Nongkrong togehter. Ide kadang muncul jika nongkrong rame2…

Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan

 

selamat-hari-raya-galungan

Genta diayun, 
mengalunkan nada-nada suci,
percik air suci,
menebarkan kesejukan nirwana
syair kidung surgawi,
mengiring khidmat,
sang rsi mengantar puja-puji,
kehadapan Sang Dharma,
memohon kemenangan,
karena kita kalah,
atas diri kita sendiri,

Karena hakikat kemenangan Dharma adalah kemenangan sang diri yang mampu mengekang sifat-sifat keraksasaan dalam diri. Karena musuh terbesar adalah dirimu sendiri. Kedamaian adalah tercipta bukan karena menang atas orang lain, tapi kemampuan kita memenangkan pikiran baik terhadap pikiran jahat kita sendiri.

Semoga kita mampu menjadi pemenang…

Short Notes

Hmm… lagi malas nulis, tapi mau sharring beberapa link yang buat saya cukup menarik & penting…
  1. Vote for Nila Tanzil, Indonesia Girl yang lagi ikutan kontes di Aussiehttp://islandreefjob.com/Nila and about Nila pls chk http://nilatanzil.blogspot.com
  2. Informasi Upacara Panca Bali Krama di Besakih tahun 2009 http://purabesakih.blogspot.com, ditulis oleh Made Widnyana Sudibya
  3. Untuk foto2 upacaranya disini nih: http://www.flickr.com/photos/ceklek 

Monopoli Facebook, Bukti Manusia Butuh Sosialisasi

Blog Anda mulai sepi pengunjung? Atau pesan email dari rekan atau milist di Inbox Anda mulai berkurang setiap harinya? Saya mengalaminya. Sejak beberapa bulan terakhir ini blog ini semakin hari semakin sepi pengunjung, jangankan komentar, yang berkunjung sekarang cuma di bawah kisaran 20 unique visitor. Dulu blog ini tidak sulit mendatangkan pengujung di atas 100 orang per hari. Meski jarang blogwalking, tetapi teman-teman yang pada saat blog sedang  berjaya membuat blog ini sempat ramai beberapa bulan. Demikian pula komentar, meski tidak banyak, tapi untuk ukuran blog yang ditulis sebagai sebuah catatan perjalanan hidup, mendapatkan komentar kadang mencapai 40 untuk sebuah posting, hmmmmm lumayanlah.

Nasib inbox email juga tidak jauh berbeda. Dulu, ketika lepas sehari saja dari laptop, keesokan harinya bisa kerepotan untuk sekedar melakukan seleksi terhadap email yang masuk. Friendster, apalagi??? Kini kadang sebulan tidak buka friendster. 

Tapi kini, blog dan inbox mulai sepi. Salah satu penyebabnya ternyata Facebook. Ya, biang keladinya ternyata Facebook, sebuah website jaringan pertemanan hasil pemikiran dan kerja keras Mark Zuckerberg yang kini menjadi begitu populer. Apalagi semenjak dimanfaatkan oleh Barack Obama untuk menjaring dukungan dalam memenangkan pemilihan presiden Amerika. Facebook semakin menancapkan kekuatannya dalam dunia maya pertemanan.

Hari gini gak punya Facebook? Katrok, daftar sana! Begitu kata adik-adik saya di kost-kostan ketika temannya tidak tahu apa itu Facebook. Memang, interaksi di Facebook kadang membuat penggunanya ketagihan. Facebook yang kaya aplikasi memungkinkan para penggunanya melakukan berbagai kegiatan dan interaksi dengan pengguna lainnya. Mulai dari main game, saling nge-tag foto, berkirim pesan, chatting, membentuk group yang sesuai minat atau latar belakang lainnya.

Lantas, makin lama kelihatannya Facebook seakan memonopoli pergaulan sosial di internet (social networking). Dengan beragam aplikasi di belakang Facebook membuatnya lebih menjadi pilihan dibanding situs-situs social networking lainnya sperti MySpace, Hi5, Friendster dan lainnya.

Ini lantas menjadi bukti, bahwa sosialisasi antar manusia ternyata begitu penting. Semakin mudahnya sosialisasi di Facebook membuatnya semakin menjadi idola. Hal ini tidak terlepas pula dari keinginan setiap individu untuk berinteraksi dengan individu lainnya. Selain karena ada hubungan kekerabatan dan persamaan latar belakang, juga untuk kepentingan lain, misalnya untuk media kampanye. Yang terakhir ini sih cuma numpang lewat, hanya memanfaatkan Facebook secara musiman. Ada lagi yang memanfaatkannya untuk media promosi dan sebagai world of mouth marketing.

Di era New Wave Marketing (meminjam istilahnya Hermawan Kartajaya), Facebook mampu menjadi salah satu media yang berperan besar. Dengan kemudahan bersosialita ala Facebok, kadangkala pengambilan keputusan oleh seseorang terkadang dipengaruhi oleh apa yang disaring dari hasil mengamati perilaku orang lain dalam satu komunitas. Misalkan saja, saya membeli laptop dengan merek tertenu, dan baru beberapa minggu saya pakai ternyata laptop tadi rusak entah karena apa. Saya tuliskan di status saya di Facebook, dalam hitungan menit bisa-bisa puluhan teman melakukan komentar terhadap permasalahan saya. Nah dari sini secara tidak langsung, apa yang diungkapkan dalam  komentar-komentar itu memberikan pengaruh kepada member lainnya untuk mengambil keputusan membeli laptop seperti laptop saya…

Demikian juga sukses besar Obama, tidak terlepas dari era marketing New Wave ini. Ketika yang lain berlomba-lomba mencari donasi dalam jumlah besar, kenyataanya dengan sumbangan 5 dollar dari seorang fans Obama yang berjumlah jutaan orang bisa terkumpul jutaan dollar. Nah, terbayang kan betapa kuatnya komunitas.

Apa pelajarannya:

Jangan remehkan kekuatan sosial dan jaringan. Ikut atau Anda ketinggalan

 

Menikmati Keindahan Kaldera Batur, Obyek Wisata Alam yang Masih Perawan

 

batur, caldera, trekkingPernah dengan Batur Caldera? Saya yakin, kebanyakan dari Anda belum pernah mendengar apa itu Batur Caldera. Apaan sih??

Batur Caldera adalah sebuah lembah yang terbentuk oleh letusan Gunung Batur tua ribuan tahun yang lalu yang merupakan salah satu caldera terbesar dan terindah di dunia. Lokasi tepatnya di Kintamani, Kabupaten Bangli.Sesungguhnya, hanya dengan berkunjung ke Penelokan saja sudah dapat menikmati keindahan caldera ini. Jika Anda sudah pernah ke Bali, tentu Anda tidak melewatkan momen untuk mengunjungi salah satu kawasan wisata terindah di Bali ini.

Namun, yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi saya adalah ketika saya melakukan hiking/trekking dari Penulisan melewati Desa Sukawana, Pinggan, Belandingan, Songan, Trunyan dan Abang.

mt-batur-and-mt-abang-view

Pemandangan dari sini luar biasa indahnya. Apalagi anda bisa menikmatinya sambil menunggu matahari terbit. Ketika saya turun dari mobil untuk memulai hiking ini bersama beberapa kawan dan tamu saya dari Perancis, saya sudah mendapat suguhan 3 gunung (gunung Batur, G. Abang, dan G. Agung) yang berdiri gagah di sebeleh tenggara saya. Sepintas ketiga gunung ini nampak seperti satu kesatuan yang membuatnya kelihatan makin perkasa.

Gunung Agung dan Gunung Batur merupakan gunung berapi yang masih aktif. Letusan terakhir Gunung Batur terjadi pada tahun 1994 berlajut sampai tahun 1997. Namun letusan ini tidak begitu besar. Aktifitas gunung Batur masih terbilang sangat aktif, karena sampai saat ini di setiap kawah Gunung Batur ditemui lubang-lubang kecil yang mengeluarkan hawa yang sangat panas dan mengandung belerang. (Banyak wisatawan yang berkunjung ke Gunung Batur memanfaatkan panas alami ini untuk memasak telur atau pisang)

Perjalanan dilajutkan menuju Desa Pinggan. Dari sini kita mendapatkan pemandangan Des Songan dan Gunung Batur di sebelah selatan. Di sebelah utara kita bisa melihat samudra (Selat Lombok). Dari sini pemandangan tidak jauh berubah sampai melewati Desa Belandingan.

kaldera baturPemandangan yang paling indah akan kita jumpai ketika kita berada di atas Desa Songan dan Danau Batur tepatnya di Bubung Gede. Sungguh kombinasi pemandangan yang belum pernah saya temukan dimana pun. Di sebelah barat kita disuguhi pemadangan Danau Batur dan Gunung Batur, di sebelah selatan nampak Gunung Abang dan Gunung Agung, sedangkan di sebelah timur kita bisa melihat Selat Lombok dan Pulau Lombok. Jika beruntung (cuaca cerah), Anda akan disuguhi pemandangan Gunung Rinjani di Lombok. Sungguh saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata pemandangan ini.

Setelah puas saya menikmati pemandangan dari sini, saya melajutkan perjalanan melewatu puncak Batur Caldera sebelah timur menuju Gunung Abang. Dari pinggang Gunung Abang Anda bisa melajutkan mendaki Gunung Abang atau turun ke Trunyan. Pemandangan dari puncak Gunung Abang tentu semakin indah karena tempatnya makin tinggi.

batur from trunyanNamun, jika Anda sudah merasa cukup sampai disini, Anda bisa langsung turun ke Trunyan. Di Trunyan Anda akan disambut oleh masyarakat disana yang menawarkan perhau motor untuk meneyeberang ke Toyabungkah atau Kedisan plus mengunjungi kuburan Desa Trunyan.

Desa Trunyan merupakan salah satu desa tua di Bali (Bali Aga). Disini terdapat tradisi yang sangat unik, dimana mayat yang biasanya dikubur atau dibakar di daerah lainnya di Bali, disini hanya ditidurkan dan ditutupi dengan ancak saji (pagar dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa). Namun ajaibnya, meski mayat tidak dikubur, namun sama sekali tidak mengeliarkan bau busuk layaknya bau mayat. Konon, menurut kepercayaan masyarakat, bau mayat ini dinetralisir oleh pohon taru menyan yang tumbuh besar di samping kuburan Desa Trunyan.

Chandi Restaurant, From Word of Mouth to Words on Paper

chandiA few Chandi restaurant regulars met with Chandi’s chef extraordinaire, Agung, to run this interview. It was his first interview in Bali (Agung had refused all interviews/listing offers until he believed his restaurant to be officially opened), so here we go…

After such a successful run with some of New York City’s most awarded and talked about restaurants, namely Nobu, Spice Market, Perry Street and Budhakan – why Bali??
Initially, I needed to re-experience first hand the foods, scents, and textures of Indonesia, before I could bring it my own twist. So, my wife and I flew from NYC to Jakarta, and made our way through Java, from warung to restaurant, from market to farmer, and then, we finally headed to Bali for a well deserved rest in Canggu, where we had the joy of falling pregnant, with who is now the full thrill of our lives: Nelson!! So we began considering Bali… for all its great attributes!!

Why did you choose Seminyak as a Location?
We fell in love with a space that had a great flow, lots of natural light, and a great kitchen layout!! and luckily it all fell into place rather fast!!
We created a partnership with the owner of the past restaurant, and were given green-light to re-conceptualize it into Chandi. My wife headed to Ubud in search of great carvers to partner on a design of what has become our main visual draw: an 8-meter hand-carved and backlit wall with an intricate eccentric motif, NYC meets Java and Bali. The space is wide and opens onto the street on side and a back garden on the other, and we are currently developing the rooftop. We have already had fun with large Wedding dinners, and Birthday Bashes and all kinds of special events. The clientele in Seminyak is a great mix of Glamour meets Health Nut!! And ultimately that is what Chandi’s Menu caters to. Chandi’s Kitchen now runs from Lunch to Dinner, Noon to Midnight, with the Bar open till 1:30am when busy. We are also developing a Chandi product line named “Javanaise” mostly involving Organic Spices, scents and accessories, that will all be available by Christmas 2008 in our Chandi boutique.

Tell us about about Chandi’s extensive menu and daily Specials?
Chandi’s menu presents a Gastronomic Twist on Indonesian Cuisine using Organic Spices and Greens, mostly sourced through Big Tree Farms of Ubud. The fish and shellfish are‘catch of the day’ of course and all red meats are from Australia and New Zealand. Tempe and Tofu are central to Indonesian Cuisine and offer endless possibilities, and outstanding health benefits, so they play their part, just as a three types of organically farmed rice, and wild nuts, grains and exotic fruits allow me to compose beautiful textures and plating. I have taken Indonesian classics such as, Sop Buntut (Oxtail), Beef Rendang, Sate, Banana leaves, and Tamarind, Pecel and… recomposed, with respect to traditional elements but freely altering the cooking process and plating. The Oxtail, and the Lamb Shank, the Crab, for instance go through a long process to reach their final “fall of the bone” quality. I am in constant development mode mostly with spices, and being Indonesian, I may have a bit of an advantage in sourcing great produce. Suppliers keep surprising me with better and better produce, while my Kitchen staff is growing into a truly amazing team, that I really hope will be able to come train our future New York city Kitchen Team!! Customers keep coming back and the word of mouth has truly been our launching vessel. It has all been a blessing!

Jl. Laksmana no 72
Seminyak, Bali, 8036
+62 0361 731060
info@chandibali.com

Adopsi Internet ala Metro TV.

tvnet2Hmmm…lama juga saya tidak menyentuh blog ini. Kasian juga, dalam sebulan tidak ada artikel baru yang muncul di blog ini. Ternyata saya bukan seorang blogger yang produktif. Hingga beberapa hari yang lalu dalam kumpul-kumpul tidak resmi BBC, Anton bos BBC bertanya, “Mana tulisan barunya?”

Tapi bukan masalah di atas yang mau saya bahas.

Nah, petang tadi saya kebetulan memperhatikan sebuah acara dialog di Metro TV. Dialog sendiri berlangsung seru. Cuma yang menjadi perhatian saya bukanlah dialognya, tapi sebuah huruf “F” pada bagian bawah monitor TV. Sesaat kemudian logo tadi berganti menjadi logo Yahoo Messenger. Di sebelah logo itu muncul pernyataan-pernyataan dari seseorang tentang topik yang sedang dibahas dalam dialog yang disiarkan secara langsung itu.

Beberapa saat akhirnya saya ngeh, ternyata Metro TV telah menggandeng teknologi internet dalam melakukan interaksi dengan pemirsa. Metro TV menggunakan media Yahoo Messenger, Facebook dan Skype sebagai salah satu media menampung komentar dari pemirsanya. 

Sebagai orang yang selalu bergelut dengan internet setiap hari, membuat tangan saya gatal untuk kemudian menghidupkan laptop dan mulai buka-buka Facebook dan Yahoo Messenger, kemudian menambahkan account Metro TV yang yang digunakan untuk menampung aspirasi pemirsa tadi.

Secara personal, dari apa yang saya lakukan, saya menarik satu kesimpulan bahwa Metro TV telah mampu mempengaruhi saya yang jarang nonton TV menjadi tertarik untuk menyaksikan acaranya lebih lama. Itu karena adanya media internet yang diikutsertakan dalam menyaring dan berinteraksi dengan pemirsa. 

Memang, hal gandeng-menggandeng antara satu media dengan media yang lain sudah tidak asing lagi. Satu contoh yang paling sederhana saja misalnya, Bali Post bersama Radio Global secara bersama-sama menyiarkan salah satu acara. Di beberapa media lainnya TV dan Radio mulai berkolaborasi menghasilkan suatu siaran bersama. Tujuannya jelas, untuk merengkuh jumlah audience lebih banyak. Beberapa Radio di Bali juga mulai menggandeng internet sebagai salah satu media promosinya. Buktinya hampir setiap hari di Facebook saya mendapat undangan acara yang dilakukan oleh sebuah Radio Swasta. Cara yang mereka gunakan terbilang efektif untuk mempengaruhi target massanya. Meski tidak mendengarkan radio secara langsung, tapi informasi atau promosi yang disampaikan mampu juga tersebar ke ranah audience.

Harusnya para pemasar sudah mengetahui, internet sudah semakin merasuk ke dalam masyarakat. Semakin lama, kekuatannya semakin dahsyat. Dari statistik APJI, tahun 2008 lalu sudah ada 25 juta pengguna internet di Indonesia. itu artinya sudah ada 10,5 persen penduduk Indonesia sudah menggunakan internet. Jika dibandingkan dengan orang yang menonton televisi, jumlah itu masih relatif sangat kecil. 

Namun, jika dikaji lebih mendalam lagi, statistik pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2000, baru tercatat 1 persen pengguna internet, pada tahun 2007 sudah meningkat menjadi 8,9 persen. Dan pada tahun 2008 sudah menjadi 10,5 persen. Dilihat dari sisi pendapatan dan pendidikan, rata-rata pengguna internet berpenddidikan minimal SMA dengan pendapatan per kapita sebesar USD 1,925. Artinya, meski pengguna internet secara kuantitas masih jauh kalah dibandingkan dengan pemirsa televisi, tapi secara kualitas membuat tingkat keterserapan informasi dan promosi lebih besar. Mengingat daya beli pengguna internet lebih tinggi jika dibandingkan dengan penonton televisi.

Internet semakin hari semakin pesat dalam inovasi. Jika jaman internet baru diperkenalkan dulu, komunikasi antara pemilik internet dengan pengguna masih bersifat satu arah, kini arus komunikasi itu telah menjadi 2 arah bahkan menjadi segala arah. Dalam komunikasi berbagai arah ini, memungkinkan user menjadi penentu terhadap satu produk. Ini kemudian terkait dengan dunia marketing. Lalu apa artinya? artinya peran pengguna atau konsumen lain dalam pembuatan keputusan akan semakin dominan dibandingkan era marketing sebelumnya. Mudahnya dalam memilih pekerjaan paling enak, mobil yang paling nyaman, KPR paling murah, Internet paling cepat hingga pasangan hidup paling ideal saat ini akan semakin besar didukung oleh pengguna atau konsumen lainnya. 

Artinya pula, pasar remaja menjadi salah satu lahan yang sangat basah. Lihat saja pengguna Friendster atau Facebook. Sebagian besar penggunanya adalah berumur antara 18-30 tahun. 

Bersambung dulu deh… Ngantuk. Semoga besok ada mood nulis lagi