Fenomena Leak, Manohara, Ibu Prita, Artis Seksi Telanjang & Lonjakan Trafik
Leak & trafik? Apa hubungannya? Apa leak bisa mendatangkan trafic? Ada. Begini, beberapa waktu lalu, saya posting tentang topik yang menyangkut masalah leak, dan ternyata, dalam beberapa hari sejak postingan tadi saya publikasikan, terjadi lonjakan pengunjung yang sangat drastis ke blog ini.

- Fenomena leak dan traffic
Meski terjadi penurunan trafik, itu terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Hal ini wajar, karena masih banyak pengguna internet yang masih menggunakan akses internet dari kantornya, sehingga trafik pada hari Sabtu Minggu cenderung menurun. Website apa pun, pasti mengakami penuruan trafik pada hari Sabtu dan Minggu.
Lantas, apa hubungan antara leak dan trafik? Secara spesifik memang tidak ada. Tapi, ketika kita melakukan suatu posting yang bertujuan meningkatkan trafic (trafic dalam artian bukan niche trafic) pemilihan topik dan keyword menjadi sangat penting. Contohnya kasus di atas. Ketika masyarakat sedang heboh membicarakan pertarungan leak dengan Kiai, bisa jadi berita ini merupakan berita laris yang bisa mendulang trafic. Dan terbukti memang. Lihat saja grafik pengunjung di atas. Peningkatan menjadi sekitar 200% dalam satu hari saja.
Makanya, ketika kasus Manohara atau kasus Ibu Prita mencuat, pencari trafic berlomba-lomba menuliskannya, tujuannya adalah trafik…trafik…dan trafik…
Kenapa orang mengejar trafik? Ketika website dibangun untuk tujuan mencari duit, tanpa menjual produk spesifik (niche product), trafic adalah uang. Website yang dipenuhi oleh iklan-iklan PPC rata-rata mengandalkan trafik untuk mendanai dirinya. Website jenis ini adalah website yang menawarkan informasi. Pendapatan biasanya dari recehan yang berhasil dikumpulkan ketika pengunjung ngeklik iklan yang tampil di website bersangkutan. Meski recehan, ketika trafic tinggi, recehan bisa menggunung. Dan bukan hal yang mustahil ketika lantas pemilik-pemilik website jenis ini menghasilkan ratusan bahkan ribuan dollar dalam sehari.
Selain dengan cara di atas, ada pula yang mengundang trafik dengan keyword-keyword bernada nakal. Semisal gadis seksi, gadis bugil, artis bugil. Bahkan tidak jarang yang rada-rada nakal misal menuliskan kata-kata yang belum tentu benar, semisal Manohara bugil, Manohara telanjang, Manohara seksi dan sebagainya (maaf ini cuma sebagai perumpamaan).
Sedangkan untuk website yang lebih formal, dalam hal ini yang saya maksud lebih formal adalah website yang menjual produk nyata, misal jualan handicraft, furniture dan sebagainya, ngebom keyword seperti itu bukan hal yang efektif. Yang dituju sebenarnya bukan trafic yang melimpah, tapi lebih pada kualitas kunjungan dan pengunjung website. Pengunjung yang berkualitas maksudnya adalah pengunjung yang memang interest sama produk yang ditawarkan oleh website itu.
Ketika seseorang bertanya, “Website saya pengunjungnya banyak, tapi koq konversi pengujung menjadi inquiry sedikit ya?” Atau ada pula yang menyatakan, “Website saya pengujungnya sedikit, tapi tiap hari ada saja inquiry yang masuk ke inbox saya.” Ya, itulah perbedaan antara trafic liar dan trafic yang bertarget.
Semoga bisa bermanfaat…






A few Chandi restaurant regulars met with Chandi’s chef extraordinaire, Agung, to run this interview. It was his first interview in Bali (Agung had refused all interviews/listing offers until he believed his restaurant to be officially opened), so here we go…
Hmmm…lama juga saya tidak menyentuh blog ini. Kasian juga, dalam sebulan tidak ada artikel baru yang muncul di blog ini. Ternyata saya bukan seorang blogger yang produktif. Hingga beberapa hari yang lalu dalam kumpul-kumpul tidak resmi BBC,