Archive | March, 2008

Kantorku di Mana-mana

Beberapa hari yang lalu saya sempat melakukan diskusi dengan beberapa teman terkait pekerjaan. Mereka rata-rata heran melihat cara bekerjaku. Berangkat jam 8 pagi datang jam 5 sore merupakan kebiasaan sehari-hari yang tidak bisa mereka rubah. Merubahnya berarti mempertaruhkan pekerjaannya. Sementara aku bisa berangkat ke kantor jam 10 atau jam 11. Atau bahkan tidak perlu [...]

Makan Malam & Free Hotspot di d’Palensa Renon

Beberapa hari belakangan ini saya mengalami sedikit masalah koneksi internet. Sebelumnya saya menggunakan Starone paket 1 GB seharga 90 ribu per bulan. Berhubung saya terlalu internetaholic, jatah 1 GB ternyata tidak mencukupi. Saya bisa menghabiskan bandwith sampai 3 GB perbulan. Ujung-ujungnya tagihan Starone bisa mencapai 500 ribu sebulan.
Akhirnya saya mencoba beralih provider, dan mendaftar ke [...]

Tajen Sebagai Komoditas Politik

Ah, tajen yang dulu dilarang dan begitu gencarnya dibasmi. Kini menjadi komoditas politik. Memang ketika nafsu kuasa sudah merasuk, hati nurani memang bisa tergadai. Apa yang terucap kan bisa ditarik kembali. Apalagi hanya sebuah tajen
Bukannya mau sok politis atau pro dan kontra sama tajen. Tapi ini masalah sebuah konsistensi niat.

Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1930

Titiang sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1930.
Mohon Maaf Lahir & Bhatin.

Masihkan Ogoh-ogoh Ber’taksu’?

Masalah seni, jangan ragukan lagi kemampuan masyarakat Bali mengapresiasi seni. Setiap gerakan tangan adalah penciptaan patung-patung indah dan menjadi komoditi ekspor. Setiap goyangan badan, adalah tarian yang seakan mempunyai roh dalam setiap gerak tari itu.  Dan tentu masih ada beribu cara orang Bali mengapresiasi seni lainnya.
Ogoh-ogoh adalah salah satu hasil kreatifitas seni masyarakat Bali. Ogoh-ogoh [...]

Page 1 of 11
?>