<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ikads.net &#187; Dek Didi</title>
	<atom:link href="http://www.ikads.net/author/dek-didi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ikads.net</link>
	<description>life as a journey</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2009 09:49:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Akhirnya Pinatih.org Diresmikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika</title>
		<link>http://www.ikads.net/bali/agama/akhirnya-pinatihorg-diresmikan-gubernur-bali-made-mangku-pastika.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/bali/agama/akhirnya-pinatihorg-diresmikan-gubernur-bali-made-mangku-pastika.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 11:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekitar dua bulan bergelut dalam pengembangan dan desain website (tepatnya sebuah blog) warga www.pinatih.org.. Akhirnya pada hari yang sangat bersejarah, tanggal 26 Oktober 2008 bertepatan dengan Mahasabha Pertama Warga Arya Wang Pinatih, website ini resmi menjadi website warga dan disahkan sebagai media informasi dan komunikasi paiketan.

Berawal dari pertemuan kami bertiga, saya sendiri, Wawan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setelah sekitar dua bulan bergelut dalam pengembangan dan desain website (tepatnya sebuah blog) warga <a href="http://www.pinatih.org/">www.pinatih.org</a>.. Akhirnya pada hari yang sangat bersejarah, tanggal 26 Oktober 2008 bertepatan dengan Mahasabha Pertama Warga Arya Wang Pinatih, website ini resmi menjadi website warga dan disahkan sebagai media informasi dan komunikasi paiketan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berawal dari pertemuan kami bertiga, saya sendiri, Wawan dan Dewi dalam blognya Wawan, akhirnya kami bersepakat untuk kopdar di sebuah warung di Kuta. Dari sinilah akhirnya tercetus untuk membuat website. Tujuan awalnya hanya untuk berbagi informasi secara informal antar sesame warga. Dari sana, kemudian terbeli sebuah domain pinatih.com. Dalam waktu sekitar dua minggu, desain awal dan konsep website tergambar dalam pemikiran kami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Meski hanya berbekal beberapa literature, kami memposting beberapa tulisan. Dengan berbekal kamera seadanya, kami berkeliling Bali, mengabadikan pura-pura kawitan yang disungsung oleh Warga Arya Wang Bang Pinatih. Dalam sebulan terbentuk sebuah website yang masih sangat sederhana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Meski masih sangat sederhana, dan belum lagi genap berumur sebulan, respon pengunjung website ternyata sangat bagus. Dari forum dan buku tamu yang kami sediakan, terlihat antusiasme warga untuk berbagi dan mendapatkan informasi seputar Warga Arya Wang Bang Pinatih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalam beberapa minggu, website ini sampai ke tangan Panitia Mahasabha Pertama. Pada satu rapat persiapan mahasabha di Hotel Wito Denpasar, website ini pertama kali diperkenalkan kepada warga. Disinilah secara langsung, website ini direstui dan mendapat apresiasi dari panitia Mahasabha. Disini juga dengan persetujuan panitia, ditambahkan lagi satu domain, <a href="http://www.pinatih.org/">www.pinatih.org</a>, yang kemudian menjadi website resmi Warga Arya Wang Bang Pinatih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berbekal restu ini, semangat kami menyala, beberapa kali malam mingguan kami lewatkan bertiga, pacar kami hanya laptop, free hotspot, dan beberapa ribu harga makanan di sebuah warung di Jalan Hayam Wuruk. Sementara Mahasabha tinggal hitungan hari, kami berusaha menyelesaikan website ini sebelum Mahasabha. Dengan harapan pada saat mahasabha kami sudah bisa mendemonstrasikannya di hadapan warga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dan hari bersejarah itu akhirnya tiba, website <a href="http://www.pinatih.org/">www.pinatih.org</a> sudah diakui dan akhirnya diresmikan oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, ditandai dengan pemukulan gong sebagai tanda pembukaan Mahasabha dan sekaligus peresmian website.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Haru, bangga. Teman kami nyaris meneteskan air mata saking harunya. Akhirnya, usaha kami untuk mempersembahkan media yang semoga bisa menjadi media tercapai sudah. Meski masih jauh dari kesempurnaan, semoga website ini, sesuai harapan dari kebanyakan pengunjung, bisa menjadi media yang bisa mempererat pasemetonan warga Arya Wang Bang Pinatih dimana pun berada.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Harapan kami, Mahasabha ini bisa menjadi media pemersatu warga Arya Wang Bang Pinatih khususnya, dan masyarakat umunya. Pembentukan paiketan bukanlah usaha untuk menajadikan diri lantas merasa ekslusif atau untuk tujuan jor-joran. Atau bertujuan menggalang kekuatan politik untuk kepentingan politik tertentu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semua berharap, dengan Mahasabha dan resminya paiketan ini, ditunjang dengan website ini, komunikasi makin terjalin. Kebersamaan makin terasa. Menegakkan swadhrama agama dan swadharma negaa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fbali%2Fagama%2Fakhirnya-pinatihorg-diresmikan-gubernur-bali-made-mangku-pastika.html&amp;linkname=Akhirnya%20Pinatih.org%20Diresmikan%20Gubernur%20Bali%20Made%20Mangku%20Pastika"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/bali/agama/akhirnya-pinatihorg-diresmikan-gubernur-bali-made-mangku-pastika.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger pun Ikut Meriahkan Kuta Karnival, Efektif?</title>
		<link>http://www.ikads.net/blogging-internet/bali-blogger/blogger-pun-ikut-meriahkan-kuta-karnival-efektif.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/blogging-internet/bali-blogger/blogger-pun-ikut-meriahkan-kuta-karnival-efektif.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 02:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Ketika suatu event besar dengan skala Internasional, pastinya akan merangkul media nasional, bahkan internasional sebagai media publikasi. Event sebesar Kuta Karnival ternyata menggunakan cara yang baru dan berbeda untuk publikasi. Selain merangkul berbagai media, baik media cetak maupun elektronik, panitia Kuta Karnival juga menerobos pakem lama, dimana media cetak dan media elektronik sebagai media yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika suatu event besar dengan skala Internasional, pastinya akan merangkul media nasional, bahkan internasional sebagai media publikasi. Event sebesar Kuta Karnival ternyata menggunakan cara yang baru dan berbeda untuk publikasi. Selain merangkul berbagai media, baik media cetak maupun elektronik, panitia Kuta Karnival juga menerobos pakem lama, dimana media cetak dan media elektronik sebagai media yang paling ampuh dalam publikasi. Kini Panitia Penyelenggara Kuta Karnival menggandeng para blogger, khususnya Blogger Bali yang tergabung dalam <a href="http://www.baliblogger.org" target="_blank">Bali Blogger Community (BBC)</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas, apa yang membuat publikasi Kuta Karnival menjadi booming lewat internet? Kira-kira begini. Anggota Bali Blogger Community yang terdaftar lebih dari 200 orang. Sementara anggota yang cukup aktfi antara 50-100 orang. Aktif dalam arti posting tulisan di blog masing-masing atau aktif berperan serta dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh BBC.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, anggap saja ada 25 orang blogger Bali yang menulis tentang Kuta Karnival, tentu saja dengan sudut pandang yang berberda-beda dan gaya penulisan yang berbeda-beda pula. Belum lagi ada lomba penulisan blog tentang Kuta Karnival yang dikomandani oleh BBC, anggap saja ada 25 blogger yang mendaftar. Jadi setidaknya ada 50 tulisan tentang Kuta dan khususnya Kuta Karnival.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita lihat sekarang, ada 100 media partner yang menulis dan menyiarkan event Kuta Karnival. Satu Koran akan memuat satu kali berita ini, dan satu televisi akan menayangkan satu kali event ini. Mungkin banyak yang membaca atau menyaksikan acara ini melalui televise. Tapi, bukankan berita itu sepintas. Kecuali kita mau mengklipingnya? Jadi, berita melalui media masa, hanya pesan lewat saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang kita kembali ke media internet (blogger), ada 50 blogger yang menulis tentang Kuta Karnival, dan tulisan itu akan bertahan setidaknya selama blog itu ada di dunia maya. Berapa tahun? Mungkin ada yang setahun, 2 tahun, 3 tahun, 10 tahun. Dan seterusnya. Arsip event ini akan menumpuk di internet. Dan ketika seseorang membutuhkannya kembali, tinggal ketik Google, search Kuta Karnival. Seketika info tentang Kuta Karnival hasil tulisan para blogger akan terpajang di layar monitor.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikutnya, mungkin timbul pertanyaan. Internet kan belum menjangkau sebagian besar masyarakat, pasti kurang efektif. Memang. Tapi, kalau tujuan promosinya untuk mengundang wisatawan datang ke Bali akan menjadi sebaliknya. Saya yakin (maaf ini keyakinan sendiri), wisatawan sudah pada pintar sekarang, sebagian besar wisatwan akan menggunakan referensi internet sebagai media riset sebelum memutuskan kemana mereka akan berlibur. Tapi jika tujuannya hanya untuk sekedar pemberitaan, media televisi mungkin ampuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikutnya. Berapa oplah sebuah surat kabar dan berapa luas jangkauannya? Kembali ke blog dan internet. Jangkauan luas, oplah tak dibatasi tinta dan kertas. Tak dibatasi malam atau deadline.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sekelumit contoh ini, saya mencoba menarik kesimpulan (masih menurut pendapat pribadi), bahwa panitia Kuta Karnival sudah cukup jeli menjadikan blogger sebagai mitra publikasi. Potensi blogger, dari hari ke hari makin eksis. Kenapa blogger?. Karena disana, apa yang dilihat, dirasa, didengar akan ditulis oleh blogger, tanpa aturan jurnalisme yang ketat. Disana juga ada interaksi. Pembaca bisa menambahkan atau mengurangi tulisan dengan komentar yang tersedia dalam setiap postingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Makin banyak orang yang menyadari bahwa berbagi itu indah. Seperti obrolan saya dan <a href="http://www.hendra.ws" target="_blank">Hendra W.S.</a> bersama <a href="http://ndorokakung.com" target="_blank">Ndorokakung</a> (Mas Wicaksono) beberapa malam yang lalu ketika meminta kesediaan beliau menjadi juri Lomba Menulis Blog yang diadakan oleh BBC, bahwa tujuan ngeblog karena kepuasan batin, uang nomer 17 katanya. Beliau menyatakan, bahwa kita begitu mudahnya menerima dari internet. Kita butuh MP3 tinggal download, butuh referensi ilmiah tinggal buka Wikipedia. Butuh video, buka Youtube. Lantas, jika tidak ada orang yang berbagi, kapan kita bisa menikmati internet seperti sekarang???</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang, kata Pak Nukman Luthfie, <a href="http://www.virtual.co.id/blog/pernik/ngebloglah-dengan-penuh-cinta/" target="_blank">ngebloglah dengan cinta</a>. Maka kita tidak akan merasa kelelahan atau kehabisan bahan tulisan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang kembali ke blogger, siapkah blogger menjadi agen perubahan? Bukankah dengan ngeblog, menyampaikan informasi yang jujur kepada khalayak adalah bentuk pengabdian?</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang di sisi pemerintah dan pihak yang mempunyai kompetensi, siapkah mengajak dan mengeksplorasi potensi para blogger?</p>
<p style="text-align: justify;">Juga dimuat di <a href="http://www.wisatabali.net/resources/kuta-karnival-bali-blogger.html" target="_blank">wisatabali.net</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fblogging-internet%2Fbali-blogger%2Fblogger-pun-ikut-meriahkan-kuta-karnival-efektif.html&amp;linkname=Blogger%20pun%20Ikut%20Meriahkan%20Kuta%20Karnival%2C%20Efektif%3F"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/blogging-internet/bali-blogger/blogger-pun-ikut-meriahkan-kuta-karnival-efektif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Ikut, Lomba Blog dalam Rangka Kuta Karnival</title>
		<link>http://www.ikads.net/blogging-internet/bali-blogger/ayo-ikut-lomba-blog-dalam-rangka-kuta-karnival.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/blogging-internet/bali-blogger/ayo-ikut-lomba-blog-dalam-rangka-kuta-karnival.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 06:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Blog & Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Suka menulis? Atau suka mengamati masalah pariwisata Bali, khususnya Kuta? Kenapa tidak anda ikutkan tulisan Anda dalam lomba blog dalam ranka Kuta Karnival?
Ya, Bali Blogger Community dalam rangka ikut support Kuta Karnival, menyelenggarakan lomba penulisan blog berhadiah jutaan.
Syarat-syarat dan kentuan bisa Anda lihat disini. Untuk informasi lebih lanjut Anda juga bisa menghubungi panitia Hendra W. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suka menulis? Atau suka mengamati masalah pariwisata Bali, khususnya Kuta? Kenapa tidak anda ikutkan tulisan Anda dalam lomba blog dalam ranka Kuta Karnival?</p>
<p>Ya, <a href="http://www.baliblogger.org" target="_blank">Bali Blogger Community</a> dalam rangka ikut support <a href="http://www.kutakarnival.com" target="_blank">Kuta Karnival</a>, menyelenggarakan lomba penulisan blog berhadiah jutaan.</p>
<p>Syarat-syarat dan kentuan bisa Anda lihat <a href="http://www.baliblogger.org/node/136" target="_blank">disini.</a> Untuk informasi lebih lanjut Anda juga bisa menghubungi panitia Hendra W. Saputro (08123676861), Didi Suprapta (0361-7987652) atau email lomba@baliblogger.org.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fblogging-internet%2Fbali-blogger%2Fayo-ikut-lomba-blog-dalam-rangka-kuta-karnival.html&amp;linkname=Ayo%20Ikut%2C%20Lomba%20Blog%20dalam%20Rangka%20Kuta%20Karnival"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/blogging-internet/bali-blogger/ayo-ikut-lomba-blog-dalam-rangka-kuta-karnival.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gratis Download MP3 OST Laskar Pelangi</title>
		<link>http://www.ikads.net/personal/gratis-download-mp3-ost-laskar-pelangi.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/personal/gratis-download-mp3-ost-laskar-pelangi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 09:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Rupa-Rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Setelah nonton Laskar Pelangi, tumben jadi ngebet sama lagu-lagunya NIDJI. Padahal saya sebenarnya paling tidak suka dengan grup band yang satu ini.
Tapi keindahan dan daya tarik sebuah film Laskar Pelangi mampu membuat saya menjadi jatuh cinta pada lagu2nya NIDJI, terutama OSTnya Laskar Pelangi.
Untuk ceritanya Laskar Pelangi, tonton aja deh bagi yang belum. Menurutku sih keren [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah nonton <strong>Laskar Pelangi</strong>, tumben jadi ngebet sama lagu-lagunya NIDJI. Padahal saya sebenarnya paling tidak suka dengan grup band yang satu ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi keindahan dan daya tarik sebuah film Laskar Pelangi mampu membuat saya menjadi jatuh cinta pada lagu2nya NIDJI, terutama OSTnya Laskar Pelangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk ceritanya Laskar Pelangi, tonton aja deh bagi yang belum. Menurutku sih keren abis. Rugi kalo gak nonton. Highly Recomended lah.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah setelah menyaksikan filmnya, akhirnya kepikiran untuk mendapatkan lagu2nya. Pake macem-macem keyword seperti <strong>Free MP3 Laskar pelangi, OST Laskar pelangi MP3 download, Laskar Pelangi MP3,</strong> delel. Coba Googling berkali-kali, gak nemu. Pas blogwalking akhirnya nyangkut di B<a href="http://blog.ajaib.us/free-download-ost-laskar-pelangi" target="_blank">lognya Tante Ajaib.</a> Aha, lengkap koleksinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Makasi Fenny, akhirnya aku bisa dapat<strong> OST-nya Laskar Pelangi</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Sedot saja, dan silakan didownload MP3 ini</em></strong>: (Copy paste dari Blog Fenny)</p>
<p>1. <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/65735654/d64152e1/Nidji_-_Laskar_Pelangi_001.html" target="_blank">Nidji &#8211; Laskar Pelangi.mp3 Original Version (5.5 MB)</a><br />
2. <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/65366574/a7f5ecb2/Veris_Yamarno__Marakama_-_Bunga_Seroja.html" target="_blank">Veris Yamarno &amp; Marakama &#8211; Bunga Seroja.mp3 (4.4 MB)</a><br />
3. <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/65368725/4ede8b3c/Garasi_-_Sahabat.html" target="_blank">Garasi &#8211; Sahabat.mp3 (4.8 MB)</a><br />
4. <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/65368723/a7bd2e09/Gita_Gutawa_-_Tak_Perlu_Keliling_Dunia.html" target="_blank">Gita Gutawa &#8211; Tak Perlu Keliling Dunia.mp3 (6 MB)</a><br />
5. <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/64524378/85695ac9/Sherina_-_KuBahagia.html" target="_blank">Sherina &#8211; Ku Bahagia.mp3 (4.3 MB)</a><br />
6. <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/65093072/7b479e21/Netral_Lintang.html" target="_blank">Netral &#8211; Lintang.mp3 (4 MB)</a><br />
7. <a rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/65595976/65dafd8/Ipang_-_Sahabat_Kecil_OstLaskar_Pelangi.html" target="_blank">Ipang &#8211; Sahabat Kecil.mp3 (5.2 MB)</a><br />
8. <a rel="nofollow" href="http://rapidshare.com/files/149159738/OST_Laskar_Pelangi_-_06._Meng_Float_-_Waltz_Musim_Pelangi.mp3" target="_blank">Float &#8211; Waltz Musim Pelangi.mp3 (4.3 MB)</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fpersonal%2Fgratis-download-mp3-ost-laskar-pelangi.html&amp;linkname=Gratis%20Download%20MP3%20OST%20Laskar%20Pelangi"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/personal/gratis-download-mp3-ost-laskar-pelangi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Tahun Perjalanan Google, Semangat &amp; Naluri Bisnis Larry Page &amp; Sergey Brin</title>
		<link>http://www.ikads.net/blogging-internet/10-tahun-perjalanan-google-semangat-naluri-bisnis-larry-page-sergey-brin.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/blogging-internet/10-tahun-perjalanan-google-semangat-naluri-bisnis-larry-page-sergey-brin.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 15:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog & Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi tulisan Dewaji, jadi tertarik menelusuri kisah sukses perjalanan Google sebagai mesin pencari terbesar dan juga sebuah bisnis yang kini makin menggurita.
Berawal dari pertemuan Larry Page &#38; Sergey Brin pada musim panas tahun 2005, yang kala itu baru berusia 24 dan 23 tahun. Dalam usia semuda itu, boleh dikatakan masih bau kencur. Tapi dari pertemuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terinspirasi tulisan <a href="http://dewaji.com/coba-hasil-pencarian-google-tahun-2001.html" target="_blank">Dewaji</a>, jadi tertarik menelusuri kisah sukses perjalanan Google sebagai mesin pencari terbesar dan juga sebuah bisnis yang kini makin menggurita.</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari pertemuan Larry Page &amp; Sergey Brin pada musim panas tahun 2005, yang kala itu baru berusia 24 dan 23 tahun. Dalam usia semuda itu, boleh dikatakan masih bau kencur. Tapi dari pertemuan itu ternyata melahirkan sebuah inovasi di bidang internet yang mampu membawa kedua pendiri Google ini menjadi jajaran orang-orang terkaya dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Semangat dan naluri bisnis mereka telah membuktikan, bahwa Google akhirnya bisa menjadi sebuah raksasa. Google mampu menempatkan dirinya menjadi acuan utama dalam penggunaan internet. Google makin memperluas sayapnya dengan berbagai inovasi baru dalam bidang IT khususnya internet.</p>
<p style="text-align: justify;">10 tahun yang lalu, siapa sangka Google akan menjadi seperti sekarang. Ketika Larry dan Sergey bertemu ternyata bukan Google yang menjadi trade mark yang mereka pilih. Awalnya mereka menggunakan nama BacRub sebagai nama search engine mereka. Baru pada tanggal 15 September mereka mendaftarkan domain Google.com sebagai brand mereka. Google berasal dari kata &#8220;googol&#8221;, sebuah term matematika yang merepresentasikan angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Penggunaan kata ini merefleksikan bahwa tampaknya informasi yang terdapat di internet adalah tidak terbatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1998, menjadi titik tonggak perkembangan Google. Mulai mendapat tawaran investor Sun co-founder Andy Bechtolsheim, merekrut pegawai pertamanya sampai mendapat penghargaan 100 Best Website dari PC Magazine.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan namun pasti, dari website yang mengkhususkan diri pada search engine, akhirnya Google mengembangkan diri menjadi sebuah bisnis, muali dari meluncurkan Adword pada 23 Oktober 2000 kemudian melahirkan Google Adsense pada 4 Maret 2003.  Di antara rentang waktu itu Google juga telah melahirkan berbagai inovasi dan mendapat berbagai penghargaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini Google tidak hanya menyediakan sarana pencarian online, Adsense, dan adword saja, tapi telah melahirkan berbagai inovasi baik yang berorientasi bisnis maupun yang disediakan secara cuma-cuma untuk kemajuan dunia IT.</p>
<p style="text-align: justify;">Google telah menjelma menjadi begitu penting dalam keseharian pengguna internet di seluruh dunia, dengan index website mencapai 1 triliun unique URL pada 25 Juli 2008.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas, hikmah apa yang dapat kita ambil dari proses perkembangan Google hingga seperti sekarang? <strong>Pertama,</strong> Inovasi. Dalam dunia internet inovasi berjalan begitu cepat. Inovasi mutlak dituntut. Bukan saja dalam dunia internet, tapi dalam dunia nyata (offline), inovasi ternyata perlu. Tanpa inovasi, siap-siap saja kita ditinggal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>, Semangat Entrepreneur (Wirausaha). Google membuktikan bahwa usia muda bukan menjadi kendala menjadi pengusaha sukses. Keberanian mereka untuk berinovasi lewat Google membuahkan hasil hingga Larry dan Sergey seperti sekarang. Ketika kita masih terpaku pada manisnya memimpikan menjadi pegawai negeri akhirnya lupa, bahwa ternyata dunia wirausaha terbuka lebar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga</strong>, Google sukses bukan karena berorientasi pada nilai bisnis pada awalnya. Tapi lebih pada nilai pelayanan. Google menyediakan layanan gratis, setelah Google mempunyai basis pengunjung yang banyak, barulah orientasi berubah menjadi orientasi bisnis, tapi tetap tanpa mengesampingkan tujuan awal.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini renungan buat kita yang ingin memulai bisnis internet. Jika kita ingin memulai bisnis internet, jika tujuan awal kita ingin mendapatkan uang, mesti berpikir ulang. Sebaiknya sediakan konten yang dibutuhkan oleh pengunjung, baru berpikir sisi bisnisnya. Setelah dirasa kita mempunyai basis pengunjung loyal, saatnya merubah haluan, menjadikan website menjadi mesin uang. Tapi tetap tanpa mengesampingkan bahwa konten website adalah yang paling penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Mohon koreksi dari para master bisnis internet, jika ada yang keliru.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya, ingin tahu lebih lanjut perjalanan Google, ikuti ceritanya <a href="http://www.google.com/tenthbirthday" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fblogging-internet%2F10-tahun-perjalanan-google-semangat-naluri-bisnis-larry-page-sergey-brin.html&amp;linkname=10%20Tahun%20Perjalanan%20Google%2C%20Semangat%20%26%23038%3B%20Naluri%20Bisnis%20Larry%20Page%20%26%23038%3B%20Sergey%20Brin"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/blogging-internet/10-tahun-perjalanan-google-semangat-naluri-bisnis-larry-page-sergey-brin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Branding &amp; Promosi Online Wisata Bali, Mengecewakan???</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/pariwisata/mengecewakan-branding-promosi-online-wisata-bali.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/pariwisata/mengecewakan-branding-promosi-online-wisata-bali.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 10:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Bali memang terlalu identik dengan pariwisata. Ketika iklim pariwisata menunjukan gelagat penurunan, semua gelagapan. Banyak hotel dan resotoran kolaps. Pemutusan hubungan kerja terjadi di mana-mana, bukan hanya di sektor yang bersentuhan langsung dengan pariwisata seperti hotel atau restaurant, namun juga di setiap sektor yang tidak bersentuhan langsung dengan pariwisata.
Semenjak terjadinya bom Bali I dan II, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bali memang terlalu identik dengan pariwisata. Ketika iklim pariwisata menunjukan gelagat penurunan, semua gelagapan. Banyak hotel dan resotoran kolaps. Pemutusan hubungan kerja terjadi di mana-mana, bukan hanya di sektor yang bersentuhan langsung dengan pariwisata seperti <a href="http://www.thebalihotels.net/hotel/ubud/anahata-spa-villa-resort.php" target="_blank">hotel</a> atau restaurant, namun juga di setiap sektor yang tidak bersentuhan langsung dengan pariwisata.</p>
<p style="text-align: justify;">Semenjak terjadinya bom Bali I dan II, seperti tidak ada perkembangan yang berarti dalam rangka memulihkan kepercayaan <a href="http://www.wisatabali.net" target="_blank">wisatawan</a> untuk berkunjung kembali ke Bali. Hal ini terjadi karena wisatawan sekarang jauh lebih pintar. Bahkan wisatawan jauh lebih tahu dari apa yang kita tahu. Informasi yang mereka dapatkan secara cepat dari internet, memberikan bekal kepada mereka sebelum mereka melakukan perjalanan wisata ke Bali.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, seringkali informasi yang mereka dapatkan tidak objektif, tidak berimbang karena datangnya dari wisatawan itu sendiri. Mereka membeberkan pengalaman mereka di internet, tanpa control jurnalisme. Mereka menuliskan apa yang mereka rasakan, sehingga yang keluar adalah opini pribadi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa bisa tidak berimbang? Karena memang belum ada media lokal yang mampu memberikan perimbangan informasi. Website yang bertebaran sekarang ini hanya bertujuan menjual Bali, belum ada yang memperbaiki atau mengangkat citra Bali. Celakanya, sebagian besar website yang berpengaruh dikuasai warga asing. Jadilah, mereka hanya menjual Bali, tanpa kontrol dan tanpa memikirkan imbas terhadap budaya dan lingkungan. Celakanya lagi, wisatawan lebih cenderung percaya pada sesama ekspatriat ketimbang masyarakat lokal Bali.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pemerintah tampaknya tidak ada yang patut diharapkan. Kenapa saya berani mengatakan begitu? Saya belum pernah menemukan satu website pun milik pemerintah yang memberikan informasi yang relevan dan berimbang. Bahkan promosi secara offline pun tidak pernah terdengar. Meski sering mendengar ada konvensi, atau studi banding ke luar negeri, saya yakin hasilnya tidak maksimal. Kenapa? Terlalu birokrat dan terkesan formal. Sayangnya wisatawan bukanlah orang yang suka formal-formalan. Mereka terkesan santai, bebas, dan menikmati hidup. Jadi, buat apa studi banding yang formal ke luar negeri dengan menghabiskan anggaran?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya kalau pemerintah bijak, dan benar-benar memperhatikan pariwisata Bali, tidak harus mahal. Cukup dengan ongkos satu orang anggota dewan yang melakukan perjalanan ke luar negeri sudah bisa melakukan promosi yang cukup efektif.</p>
<p style="text-align: justify;">Tengoklah Singapura atau Malaysia. Coba buka Google terus search Malaysia tourism atau Singapore tourism. Yang muncul di halaman awal Google adalah website pariwisata mereka. Branding Singapore seperti “Uniquely Singapore” atau Malaysia dengan “Malaysia truly Asia”nya cukup terkenal di seantero dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang kita tengok brandingnya Bali. “Bali Santhi-Santhi-Santhi”. Bagaimana anda mengartikannya? Bagi kita yang ada di Bali mungkin tidak sulit mengartikan, tapi persepsi kita menjadi bias. Sekarang coba tanyakan kepada wisatawan, apa mereka mengerti dengan maskud Bali santhi. Satu persen sepertinya susah menemukan wisatawan yang mengerti makna di balik Bali Santhi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah branding harusnya bertujuan ke luar, bukan ke dalam. Maksud saya, branding bertujuan mengenalkan potensi Bali keluar, bukan ke dalam masyarakat Bali sendiri. Jika tujuan branding itu sendiri memang untuk menarik wisatawan asing, bukan menjadikan masyarakat Bali sebagai objek. Bukankah branding itu harusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya saja semangat pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah Provinsi Bali sama seperti semangat pemerintah Malaysia, dengan Malaysia Truly Asian-nya. Bahkan sampai menteri pariwisatanya ikut ngeblog. Bukan blog personal, tapi blog yang merepresentasikan jabatannya sebagai seorang menteri pariwisata.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika saja semangat pemerintah sama seperti semangat teamnya <a href="http://www.imfreakz.com/competition/" target="_blank">IMFREAKZ</a> yang beberapa waktu lalu memperoleh juara pertama dalam ajang bergengsi kontes SEO tingkat dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang, semangat itu masih kendur, apalagi kurang didukung oleh pengetahuan akan dunia blogging dan internet. Banyak staff pemerintah bahkan tidak tahu, apa itu email atau website.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Fpariwisata%2Fmengecewakan-branding-promosi-online-wisata-bali.html&amp;linkname=Branding%20%26%23038%3B%20Promosi%20Online%20Wisata%20Bali%2C%20Mengecewakan%3F%3F%3F"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/pariwisata/mengecewakan-branding-promosi-online-wisata-bali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WiFi Gratis Seharga Rp. Minimal 25 Ribu</title>
		<link>http://www.ikads.net/rupa-rupa/uncategorized/wifi-gratis-seharga-rp-minimal-25-ribu.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/rupa-rupa/uncategorized/wifi-gratis-seharga-rp-minimal-25-ribu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 15:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Sore tadi, Balibuddy menelpon saya untuk ngumpul-ngumpul di Orange Bakery Gatsu. Sebenarnya badan penat setelah dua hari berkeliling untuk foto-foto. Hari Sabtu foto-foto untuk keperluan website pinatih.com bersama Dewi dan Wawan. Sedangkan Minggu pagi sampai sore pemotretan pre-wedding untuk klien.
Sampai di Orange Bakery sudah nangkring Balibuddy dan Ian, pengelola pondokiklan.com. Mereka sudah lebih dulu berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sore tadi, <a href="http://bali4u.wordpress.com" target="_blank">Balibuddy </a>menelpon saya untuk ngumpul-ngumpul di Orange Bakery Gatsu. Sebenarnya badan penat setelah dua hari berkeliling untuk foto-foto. Hari Sabtu foto-foto untuk keperluan website <a href="http://www.pinatih.com" target="_blank">pinatih.com</a> bersama <a href="http://www.dewipinatih.com/blog" target="_blank">Dewi</a> dan <a href="http://dipoetraz.com" target="_self">Wawan.</a> Sedangkan Minggu pagi sampai sore <a href="http://www.simplyorganizer.com" target="_blank">pemotretan pre-wedding</a> untuk klien.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai di Orange Bakery sudah <a href="http://ianbali.wordpress.com/2008/09/07/nangkring-di-orange-bakery/" target="_blank">nangkring</a> Balibuddy dan <a href="http://ianbali.wordpress.com">Ian</a>, pengelola <a href="http://www.pondokilan.com" target="_blank">pondokiklan.com.</a> Mereka sudah lebih dulu berada disana sekitar 10 menitan.</p>
<p style="text-align: justify;">Orange Bakery sebenarnya merupakan salah satu tempat nongkrong saya. Sebelumnya suka nongkrong di salah satu warung di daerah Renon. Berhubung ada <a href="http://www.rumahtulisan.com/28/08/2008/pikiran/inilah-zaman-tuyul-pakai-wifi.html" target="_blank">tulisan</a> dari Pan Bani, bahwa warung itu ada tuyul yang pakai WiFi, jadi ngeri juga kesana.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai disana disambut &#8220;hangat&#8221; waiter Orange yang kalau tidak salah namanya Alit. Saya baru mau mengeluarkan laptop, sementara Balibuddy dan Ian sudah sedari tadi sibuk dengan laptopnya masing-masing. Sang waiter menyuguhkan menu, sekalian juga bantu nyolokin cuk laptop.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, sebelum saya sempat memesan menu yang tersuguh di daftar menu, sang waiter tiba-tiba mengatakan bahwa minimal harus bebelanja seharga Rp. 25 ribu untuk bisa menggunakan fasilitas WiFi yang disediakan secara gratis di sana. Akhirnya terjadi sedikit adu argumentasi antara kami bertiga dengan sang waiter. Meski akhirnya kami mengalah, dan Ian yang tidak begitu lapar akhirnya terpaksa memesan nasi goreng, sementara saya juga memesan nasi goreng dan minuman biar bisa mencapai Rp. 25 ribu, sedangkan Balibuddy memesan minuman dan sepiring French Fries.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkejut juga dengan kebijakan pihak Orange Bakery, &#8220;atau ini kebijakan sang waiter?&#8221;. Karena sebelumnya berpuluh-puluh kali saya nangkring disana, belum pernah saya disuguhi kebijakan seperti itu. Yang membuat saya tidak nyaman, bukan karena tidak mau bebelanja seharga 25 ribu, tapi lebih kepada cara penyampaian sang waiter. Jadi kesannya kami seperti memanfaatkan fasilitas wifi yang gratis disana. Kalau pun memang ada kebijakan yang mengharuskan pelanggan berbelanja minimal 25 ribu  sebelum bisa menggunakan fasilitas wifi, mestinya di depan Orange Bakery tidak perlu memasang banner super gede yang mengatakan &#8220;FREE WIFI&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau hanya untuk berinternet, kami masing-masing mempunyai modem sendiri, tanpa harus mengeluarkan uang extra pun saya sudah bisa nyaman berinternet dari rumah, meski tidak sekencang di Orange. Saya bersama Ian dan Balibuddy dan mungkin masih banyak orang yang masuk ke Orange atau tempat free wifi bukan hanya sekedar memanfaatkan fasilitas yang disediakan secara cuma-cuma. Kita hanya mencari tempat yang nyaman buat ngobrol-ngobrol, berhubung banyak hal yang bisa didiskusikan jika kita bersama-sama terhubung ke internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kami bubar, 2 teman lainnya Wawan dan Dewi juga datang nyamperin di Orange. Dewi sempat menanyakan nama waiter yang menyambut kami dengan &#8220;panas&#8221; tadi. Namun sayang, jawabannya&#8221;SAYA TIDAK PUNYA NAMA&#8221;. Puihhhhhhhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal lagi kekurangnyamanan kami, ketika Balibuddy masih asyik menyantap mie, tiba-tiba pelayan mematikan lampu, mengatakan bahwa kafe akan tutup beberapa menit lagi. Duh&#8230;&#8230;&#8230;.. sekelas Orange koq punya pelayanan seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan remehkan pelanggan, karena seberapa miskinnya pelanggan, meski cuma bisa membeli secangkir teh panas, tetap adalah pelanggan. Apalagi jaman internet, bisa jadi ketika saya atau blogger lainnya tidak puas terhadap layanan suatu perusahaan, bisa didepan hidung Anda memposting tulisan yang bisa membunuh perusahaan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan memberikan, free wifi sebenarnya merupakan nilai tambah yang luar biasa. Kenapa harus mengusir pelanggan (saya mungkin bukan seorang pelanggan yang loyal untuk Orange, tapi setidaknya saya sering nagkring disana, baik untuk nunggu pacar yang lagi di kantornya atau ngobrol dengan teman2) dengan cara memberlakukan ketentuan yang membuat pelanggan merasa tidak nyaman? Apalagi ditambah dengan dengan tuyul&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Besok saya batalkan acara meeting saya disana. Maafkan saya Orange, pelayanan Anda telah mengusir saya dari tempat Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga Blognya <a href="http://ianbali.wordpress.com">Ian</a> juga blognya <a href="http://bali4u.wordpress.com/2008/09/07/orange-bakery-malam-ini/" target="_blank">Balibuddy</a></p>
<p style="text-align: justify;">Mohon maaf jika terlalu menohok, tapi lebih baik jika teman2 saya tidak sakit hati daripada saya harus menyamarkan tempat.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Frupa-rupa%2Funcategorized%2Fwifi-gratis-seharga-rp-minimal-25-ribu.html&amp;linkname=WiFi%20Gratis%20Seharga%20Rp.%20Minimal%2025%20Ribu"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/rupa-rupa/uncategorized/wifi-gratis-seharga-rp-minimal-25-ribu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BBC Goes to RSJ</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/kesehatan/bbc-goes-to-rsj.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/kesehatan/bbc-goes-to-rsj.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 03:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Rupa-Rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.devari.org/wp-content/uploads/2008/08/download.jpeg" alt="" width="600" height="996" /></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Fkesehatan%2Fbbc-goes-to-rsj.html&amp;linkname=BBC%20Goes%20to%20RSJ"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/kesehatan/bbc-goes-to-rsj.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menerobos Lebatnya Hutan Bali Barat</title>
		<link>http://www.ikads.net/jalan-jalan/menerobos-lebatnya-hutan-bali-barat.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/jalan-jalan/menerobos-lebatnya-hutan-bali-barat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 21:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya ini pengalaman yang sudah agak lama. Namun sayang untuk dilupakan, akhirnya kutuliskan juga disini. Berhubung juga lama tidak update blog&#8230;
Ini adalah perjalanan (jalan kaki maksudnya) tersulit dan terpanjang yang pernah saya lalui selama hidup. Dan mungkin tidak akan pernah bisa melakukannya lagi. Dengan 2 orang tamu dari Prancis dan satu lagi dari Thailand, kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebenarnya ini pengalaman yang sudah agak lama. Namun sayang untuk dilupakan, akhirnya kutuliskan juga disini. Berhubung juga lama tidak update blog&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah perjalanan (jalan kaki maksudnya) tersulit dan terpanjang yang pernah saya lalui selama hidup. Dan mungkin tidak akan pernah bisa melakukannya lagi. Dengan 2 orang tamu dari Prancis dan satu lagi dari Thailand, kami menerobos lebatnya hutan Bali Barat. Tujuannya selain tamu saya melakukan penelitian juga sebagai hobby mereka yang suka trekking dan petualangan alam lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">[SinglePic not found]</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan dimulai dari Desa Pupuan, merupakan ujung timur dari hutan Taman Nasional Bali Barat. Kami memulai perjalanan sekitar jam 6 pagi, perkiraan selesai jam 6 sore. Malam sebelumnya kami menginap di Desa Pupuan dengan menyewa penginapan di rumah warga. Berhubung warga disana sangat ramah dan bersahabat, mencari penginapan bukan menjadi hal yang sulit, meski akhirnya harus membayar Rp. 50.000 untuk 2 kamar semalam.  Kami juga mencari pemandu penduduk lokal disana. Yang ini yang agak mahal. Kami menyewa 2 orang pemandu dan masing-masing minta ongkos memandu kami seharian di tengah hutan sebanyak Rp. 250.000 plus kami membelikan satu buah HP untuk keperluan di tengah hutan. Meski masing-masing sudah membawa HT dan 2 buah GPS, kadang HP masih diperlukan untuk hal-hal yang agak darurat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum benar-benar memasuki hutan Taman Nasional Bali Barat, harus melewati perkebunan kopi dan cokelat warga Pupuan dan sekitarnya. Setelah sekitar 1 jam melewati perkebunan warga, barulah sedikit-demi sedikit memasuki kerimbunan hutan. Di pinggiran timur hutan, sedikit-sedikit terlihat pemalakan liar yang dilakukan oleh warga. Belum terlalu parah, karena warga masih menebang pohon tidak pada satu tempat, tapi berpindah-pindah dengan jarak tebang yang lumayan jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">[Gallery not found]
<p style="text-align: justify;">Akhirnya kami benar-benar memasuki sebuah kawasan hutan lebat yang tidak terjamah oleh tangan-tangan manusia. Di sekeliling kami hanya pohon-pohon yang sudah brewokan dengan diameter sekitar 1 meter. Bahkan untuk melewatinya, sesekali kami terpaksa merabas semak dan pepohonan kecil yang menghalangi perjalanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar perjalanan 3 jam melewati hutan kami menemukan sebuah pura, tempatnya cukup terpencil, tapi menurut pemandu kami, setiap tahun masyarakat disana pasti melakukan piodalan di pura itu. Jadi meski tempatnya terpencil, tapi masih sangat rapi dan terawat.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa pohon sangat unik. Diantaranya ada satu pohon ketika ditebas kulitnya, bukannya getah yang keluar, tapi lebih mirip darah, warnanya merah kental, benar-benar seperti darah. Ada lagi pohon yang getahnya bisa diminum, menurut pemandu kamuketika masyarakat sekitar tidak membawa perbekalan yang cukup ketika masuk hutan untuk berburu atau keperluan lainnya seringkali memanfaatkan getah kayu itu untuk diminum.</p>
<p style="text-align: justify;">Keunikan lainnya, di dalam hutan tidak boleh berkata bahwa saya lapar atau saya kenyang, karena keadaan bisa berbalik 180 derajat. Misalnya kita mengatakan bahwa kita kenyang, seketika perut kita akan menjadi keroncongan. Entah ini benar atau tidak, saya cuma mengikuti saja. Takut hal ini benar-benar terjadi. Kalau sampai terjadi bisa-bisa bekal berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain pepohonan yang menjadi daya tarik, hewan-hewan di dalam hutan juga menjadi daya tarik yang luar biasa. Sebagian besar hewan-hewan yang kami lihat di perjalanan sudah jarang kami temukan, salah satunya jalak Bali itu. Sayangnya untuk mengabadikan foto hewan-hewan itu suatu usaha yang sulit. Jangankan untuk didekati, baru dilihat saja mereka sudah kabur entah kemana.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berada di dalam hutan yang cukup lebat sekitar 5-6 jam. Setelah perjalanan 8 jam, akhirnya kami keluar dari hutan lebat. Sekarang kami berada di hutan semak belukar yang tampaknya sudah familiar bagi masyarakat. Di antara hutan-hutan semak, kadang terdapat ladang masyarakat yang ditanami jagung atau pisang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sudah memasuki hutan bagian selatan, sudah mendekati akhir perjalanan, pembalakan liar sudah muali ramai. Suara kapak bersahutan dengan suara mesin pemotong kayu. Nampaknya masyarakat bagian selatan (sudah masuk kabupaten Negara menurut perkiraan saya) lebih &#8217;semangat&#8217; mencari kayu untuk keperluan bangunan atau untuk dijual.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum akhirnya kami kembali menemukan pemukiman penduduk, kami masih harus melewati hamparan kebun pisang, yang harus dilewati sekitar satu jam perjalanan. Meski sudah sangat melelahkan setelah berjalan kurang lebih 10 jam, tapi semangat kembali bangkit ketika sudah benar-benar keluar dari hutan. Sebelumnya ketakutan kami adalah kemalaman di dalam hutan atau tersesat.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang menjadi perhatian lainnya, ternyata meski dekat dengan hutan, masyarakat di ujung selatan hutan ini mengalami kesulitan air. Mereka harus mencari air ke tengah hutan dengan cara memasang pipa-pipa kecil. Mereka melakukannya secara swadaya. Entah ada bantuan pemerintah, tapi menurut mereka semuanya dilakukan secara swadaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setalah sekitar 11 jam perjalanan sampai kami sampai di mobil yang menunggu kami, di daerah sekitar Pantai Medewi masuk ke utara.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fjalan-jalan%2Fmenerobos-lebatnya-hutan-bali-barat.html&amp;linkname=Menerobos%20Lebatnya%20Hutan%20Bali%20Barat"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/jalan-jalan/menerobos-lebatnya-hutan-bali-barat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Knol, Google Berniat Saingi Wikipedia???</title>
		<link>http://www.ikads.net/rupa-rupa/uncategorized/knol-google-berniat-saingi-wikipedia.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/rupa-rupa/uncategorized/knol-google-berniat-saingi-wikipedia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 12:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Wikipedia telah menjadi rujukan jutaan pengguna internet dalam mencari sebuah informasi terpercaya. Pun halnya Google menjadi mesin pencari utama. Keduanya mempunyai kekuatan dan menjadi baromoter perubahan di jagat internet.
Tidak diragukan lagi, bahwa Wikipedia mampu menyediakan informasi yang cukup akurat. Dengan teknologi yang memungkinkan pengguna internet mampu melakukan editing terhadap informasi yang disuguhkan oleh wikipedia, membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.wikipedia.com" target="_blank">Wikipedia </a>telah menjadi rujukan jutaan pengguna internet dalam mencari sebuah informasi terpercaya. Pun halnya <a href="http://www.google.com" target="_blank">Google </a>menjadi mesin pencari utama. Keduanya mempunyai kekuatan dan menjadi baromoter perubahan di jagat internet.</p>
<p>Tidak diragukan lagi, bahwa Wikipedia mampu menyediakan informasi yang cukup akurat. Dengan teknologi yang memungkinkan pengguna internet mampu melakukan editing terhadap informasi yang disuguhkan oleh wikipedia, membuat wikipedia berkembang sangat pesat dan telah menjadi gudang jutaan informasi yang dapat diakses dengan mudah. Inilah kelebihan wikipedia. Memanfaatkan tangan banyak orang untuk bersama-sama berbagi informasi. Kualitas informasi juga terkontrol, karena setiap saat seseorang yang menemukan informasi yang tidak benar di wikipedia dapat segera menggantinya.</p>
<p>Nah, saat ini Google telah <a href="http://googleblog.blogspot.com/2008/07/knol-is-open-to-everyone.html" target="_blank">meluncurkan </a>layanan baru yang disebut <a href="http://knol.google.com" target="_blank">Knol</a>, yaitu artikel autoritative (apa ya padanannya dalam Bahasa Indonesia) tentang topik-topik khusus yang ditulis oleh orang-orang yang mengerti di bidang itu. Dan tentu saja dapat diedit oleh orang lain. Bedanya dengan wikipedia, jika kita ingin merubah sebuah tulisan di Knol, kita harus mendapat persetujuan dari pengarangnya.</p>
<p>Juga, bedanyan dengan wikipedia, jika di wikipedia nama penulis tidak tercantum, di Knol nama penulis tercantum di setiap akhir artikel.</p>
<p>Apa Google berencana menyaingi Wikipedia?? Selajutnya, Anda bisa cari tahu sendiri <a href="http://googleblog.blogspot.com/2008/07/knol-is-open-to-everyone.html" target="_blank">di sini</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Frupa-rupa%2Funcategorized%2Fknol-google-berniat-saingi-wikipedia.html&amp;linkname=Knol%2C%20Google%20Berniat%20Saingi%20Wikipedia%3F%3F%3F"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/rupa-rupa/uncategorized/knol-google-berniat-saingi-wikipedia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
