Online Advertising, Marketing dalam Masa Krisis

Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini membuat banyak negara kelimpungan. Bank-bank, kecil atau besar kelimpungan. Berbagai upaya ditempuh oleh berbagai pimpinan negara untuk keluar dari krisis.

Tapi ada satu hal yang ternyata menigkat. Berikut kutipan dari detik.com

Ternyata krisis ekonomi tidak selalu membawa pegaruh yang buruk. Terbukti, iklan online mampu meningkat 11 persen dari tahun lalu justru saat perekonomian sedang tidak stabil seperti sekarang ini.

Pada kuartal ketiga 2008 pendapatan iklan online mencapai USD 5,9 miliar. Ini artinya peningkatan 11 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2007. Demikian data Interactive Advertising Bureau yang dilansir detikINET dari Cnet, Minggu (23/11/2008).

Namun, bisa jadi ini berarti iklan online belum terpukul dan bukannya tidak mengalami pukulan. Pasalnya, dari kuartal kedua ke kuartal ketiga 2008 peningkatannya hanya dua persen alias menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan melambat.

Data pada tiga kuartal awal tahun 2008 menunjukkan pendapatan iklan meningkat secara keseluruhan menjadi USD 17,3 miliar. Ini naik dari USD 15,2 miliar di periode yang sama tahun 2007.

Peneliti marketing online, ComScore Inc menunjukkan seberapa besar iklan online mencapai pemirsanya. AOL meraup 173 juta atau sekitar 91 persen dari 190,6 orang di Amerika Serikat yang online. Sedangkan Yahoo Network menempati posisi kedua dengan 164 juta orang dan Google ketiga dengan 158 juta orang.

Sumber: Detik.com

Bukan suatu hal yang aneh memang. Ketika media promosi konvesional akan kesulitan pembiayaan karena menigkatnya berbagai harga bahan baku, mau tidak mau biaya iklan akan membengkak. Media promosi online masih dianggap mampu memberikan hasil yang maksimal. Pada dasarnya, apabila promosi online jika dilakukan dengan tepat sasaran dan perencanaan matang memang lebih terfokus dan tepat sasaran. Dengan analisis yang tepat, target marketing melalui media online memang lebih mengena jika dibandingkan dengan metode promosi konvesional.

Tulisan berikut ini juga mungkin berkaitan:

  • Share/Bookmark

14 Responses to “Online Advertising, Marketing dalam Masa Krisis”

  1. Tetap semangat, walau krisis menerpa.

    [Reply]

    Didi Reply:

    @Hendra W Saputro,
    tetap semangat

    [Reply]

  2. Artha says:

    wah rumah baru (diperkenalkan) nih bli, Rumah baru nuansa baru, kesibukan bertambah walau sedang krisis sukses selalu Bli

    [Reply]

    Didi Reply:

    @Artha,
    Thanks bli…

    [Reply]

  3. aryotejo says:

    Tambah Terus Incomenya lewat Internet Bli Didi.salam

    [Reply]

    Didi Reply:

    @aryotejo,
    Wah, sudah mampir kesini. Sering2 main ke sini om…
    Gud luck…

    [Reply]

  4. a! says:

    jadi kamu justru panen di saat krisis. hehe..

    [Reply]

    Didi Reply:

    @a!,
    Panen krisis. hehehehehehe

    [Reply]

  5. wira says:

    krisis? kok saya belum merasakan ya? :D

    [Reply]

    Didi Reply:

    @wira,
    Pak dosen belum merasakannya, selama gaji masih lancar… :D
    Kalo bergerak di indsutri pariwisata dan eksport sudah mulai terasa di Bali..

    [Reply]

  6. Deddy says:

    Iklan online tambah naik ya? Hmm… tapi sepertinya review berbayar kok tambah sepi ya? hehe…

    [Reply]

  7. welcome to the club broo… full time pengangguran* ne

    [Reply]

  8. this is a very informative site..

    more power..

    [Reply]

Trackbacks/Pingbacks

  1. [...] O ya, diĀ  Kasa Bunga juga hadir Bli Yanuar, Mbok Loh De, Mas Anton, Fenny, Mbok Arie, Mas Hendra, dek didi « SEO Training Criteria What we done in 2008 [...]


Leave a Reply

CommentLuv Enabled

?>