Adopsi Internet ala Metro TV.
Posted in Internet Marketing on 04. Feb, 2009
Hmmm…lama juga saya tidak menyentuh blog ini. Kasian juga, dalam sebulan tidak ada artikel baru yang muncul di blog ini. Ternyata saya bukan seorang blogger yang produktif. Hingga beberapa hari yang lalu dalam kumpul-kumpul tidak resmi BBC, Anton bos BBC bertanya, “Mana tulisan barunya?”
Tapi bukan masalah di atas yang mau saya bahas.
Nah, petang tadi saya kebetulan memperhatikan sebuah acara dialog di Metro TV. Dialog sendiri berlangsung seru. Cuma yang menjadi perhatian saya bukanlah dialognya, tapi sebuah huruf “F” pada bagian bawah monitor TV. Sesaat kemudian logo tadi berganti menjadi logo Yahoo Messenger. Di sebelah logo itu muncul pernyataan-pernyataan dari seseorang tentang topik yang sedang dibahas dalam dialog yang disiarkan secara langsung itu.
Beberapa saat akhirnya saya ngeh, ternyata Metro TV telah menggandeng teknologi internet dalam melakukan interaksi dengan pemirsa. Metro TV menggunakan media Yahoo Messenger, Facebook dan Skype sebagai salah satu media menampung komentar dari pemirsanya.
Sebagai orang yang selalu bergelut dengan internet setiap hari, membuat tangan saya gatal untuk kemudian menghidupkan laptop dan mulai buka-buka Facebook dan Yahoo Messenger, kemudian menambahkan account Metro TV yang yang digunakan untuk menampung aspirasi pemirsa tadi.
Secara personal, dari apa yang saya lakukan, saya menarik satu kesimpulan bahwa Metro TV telah mampu mempengaruhi saya yang jarang nonton TV menjadi tertarik untuk menyaksikan acaranya lebih lama. Itu karena adanya media internet yang diikutsertakan dalam menyaring dan berinteraksi dengan pemirsa.
Memang, hal gandeng-menggandeng antara satu media dengan media yang lain sudah tidak asing lagi. Satu contoh yang paling sederhana saja misalnya, Bali Post bersama Radio Global secara bersama-sama menyiarkan salah satu acara. Di beberapa media lainnya TV dan Radio mulai berkolaborasi menghasilkan suatu siaran bersama. Tujuannya jelas, untuk merengkuh jumlah audience lebih banyak. Beberapa Radio di Bali juga mulai menggandeng internet sebagai salah satu media promosinya. Buktinya hampir setiap hari di Facebook saya mendapat undangan acara yang dilakukan oleh sebuah Radio Swasta. Cara yang mereka gunakan terbilang efektif untuk mempengaruhi target massanya. Meski tidak mendengarkan radio secara langsung, tapi informasi atau promosi yang disampaikan mampu juga tersebar ke ranah audience.
Harusnya para pemasar sudah mengetahui, internet sudah semakin merasuk ke dalam masyarakat. Semakin lama, kekuatannya semakin dahsyat. Dari statistik APJI, tahun 2008 lalu sudah ada 25 juta pengguna internet di Indonesia. itu artinya sudah ada 10,5 persen penduduk Indonesia sudah menggunakan internet. Jika dibandingkan dengan orang yang menonton televisi, jumlah itu masih relatif sangat kecil.
Namun, jika dikaji lebih mendalam lagi, statistik pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2000, baru tercatat 1 persen pengguna internet, pada tahun 2007 sudah meningkat menjadi 8,9 persen. Dan pada tahun 2008 sudah menjadi 10,5 persen. Dilihat dari sisi pendapatan dan pendidikan, rata-rata pengguna internet berpenddidikan minimal SMA dengan pendapatan per kapita sebesar USD 1,925. Artinya, meski pengguna internet secara kuantitas masih jauh kalah dibandingkan dengan pemirsa televisi, tapi secara kualitas membuat tingkat keterserapan informasi dan promosi lebih besar. Mengingat daya beli pengguna internet lebih tinggi jika dibandingkan dengan penonton televisi.
Internet semakin hari semakin pesat dalam inovasi. Jika jaman internet baru diperkenalkan dulu, komunikasi antara pemilik internet dengan pengguna masih bersifat satu arah, kini arus komunikasi itu telah menjadi 2 arah bahkan menjadi segala arah. Dalam komunikasi berbagai arah ini, memungkinkan user menjadi penentu terhadap satu produk. Ini kemudian terkait dengan dunia marketing. Lalu apa artinya? artinya peran pengguna atau konsumen lain dalam pembuatan keputusan akan semakin dominan dibandingkan era marketing sebelumnya. Mudahnya dalam memilih pekerjaan paling enak, mobil yang paling nyaman, KPR paling murah, Internet paling cepat hingga pasangan hidup paling ideal saat ini akan semakin besar didukung oleh pengguna atau konsumen lainnya.
Artinya pula, pasar remaja menjadi salah satu lahan yang sangat basah. Lihat saja pengguna Friendster atau Facebook. Sebagian besar penggunanya adalah berumur antara 18-30 tahun.
Bersambung dulu deh… Ngantuk. Semoga besok ada mood nulis lagi


















yap. ini zaman konvergensi. satu alat bisa melakukan tugas banyak benda. hanya dengan punya ponsel kita bisa menikmati radio, TV, internet, dst.
begitu pula manusia. tak hanya sebagai blogger, tp juga wartawan, tukang ngoprek, juga tukang ngrayu anak orang.
Reply
salam kenal yaaa…bosss
Reply
Didi Reply:
February 6th, 2009 at 12:24 pm
@fajarseraya,
Salam kenal juga bro…
Reply
ya lama-lama internet itu kayak handphone semua kalang membutuhkan wow kalau itu terjadi…keren..
Reply
wah saya baru komen panjang lebar kok fatal eror…
Reply
Didi Reply:
February 11th, 2009 at 7:36 am
@dendin,
waduh, error yah?
tar saya deh.
thanks infonya
Reply
Ulasan yang menarik bro…
Reply
“………..Hmmm…lama juga saya tidak menyentuh blog ini. Kasian juga, dalam sebulan tidak ada artikel baru yang muncul di blog ini. Ternyata saya bukan seorang blogger yang produktif….”
Pasti gara-gara faceBook!
Reply
Maksi udah mampir ke blogna ming,bli.. iya nih ngeblog karena ketularan virusnya bli pande,hehehe…
Yup internet memang udah kayakkacang sekarang,kayak udara juga jadi kebutuhan yang sangat esensial untuk memperoleh ilmu and bersocial networking.
Reply
Gimana sih cara gabung ke YM ama Fb nya..
Reply