<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ikads.net &#187; Lingkungan</title>
	<atom:link href="http://www.ikads.net/category/media/lingkungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ikads.net</link>
	<description>life as a journey</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 17:32:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dilema, Kerusakan Lingkungan Sekitar Gunung Batur</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/lingkungan/dilema-kerusakan-lingkungan-sekitar-gunung-batur.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/lingkungan/dilema-kerusakan-lingkungan-sekitar-gunung-batur.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 18:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ikads.net/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Gunung itu adalah sampah
Di belahan utaranya telah compang-camping karena lava hitamya telah kau jual.
Pohon pinus di belahan timurnya telah kau tebang dan ditanami sayur-mayur,
Belahan selatannya telah dibangun 2 ruas jalan hotmix tempat truk pengangkut batu lewat,
Belahan baratnya telah kau bikin compang untuk cari batu akik,&#8230;
Di puncaknya telah kau dirikan WC umum,
Gunung itu telah kau obral [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_252" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-252" title="Banjar Tabu" src="http://www.ikads.net/wp-content/uploads/2009/06/tabu.jpg" alt="Kondisi Galian dan tekstur tanah setelah Galian C marak di Banjar Tabu Songan" width="600" height="800" /><p class="wp-caption-text">Kondisi Galian dan tekstur tanah setelah Galian C marak di Banjar Tabu Songan</p></div>
<blockquote><p>Gunung itu adalah sampah</p>
<p>Di belahan utaranya telah compang-camping karena lava hitamya telah kau jual.</p>
<p>Pohon pinus di belahan timurnya telah kau tebang dan ditanami sayur-mayur,</p>
<p>Belahan selatannya telah dibangun 2 ruas jalan hotmix tempat truk pengangkut batu lewat,</p>
<p>Belahan baratnya telah kau bikin compang untuk cari batu akik,&#8230;</p>
<p>Di puncaknya telah kau dirikan WC umum,</p>
<p>Gunung itu telah kau obral kepada turis.</p>
<p>Begitulah hobimu dari dulu,&#8230;</p>
<p>Merusak segala yang indah&#8230;</p></blockquote>
<p><em>Kutipan di atas diambil dari </em><a href="http://www.samsarik.com" target="_blank"><em>&#8220;Samsara, Kita Semua adalah Monyet&#8221;</em></a><em>, karya Pande Putu Setiawan.</em></p>
<p>Baru baris pertama saya baca dari penggalan kutipan di atas, yang terbayang adalah kondisi daerah sekitar Gunung Batur. Memang benar kondisinya sudah seperti itu.</p>
<p>Sungguh ironis, alam yang begitu cantiknya, yang merupakan salah satu tempat terindah di Bali mengalami keadaan separah itu. Bahkan bukan hanya seperti cerita yang termuat dalam bukunya Bli Pande. Di sepanjang jalan dari Penelokan sampai mendekati Pura Batur, jejeran restoran yang berdiri di tebing kaldera Batur turut menghiasi [atau merusak pemandangan?] di sekitar kawasan Gunung Batur itu.</p>
<p>Tapi ribuan orang menggantungakn hidupnya dari kerusakan itu. Mulai dari pengusaha restoran, karyawan restoran, sopir truk, penambang pasir, petani, sampai pedagang nasi bungkus keliling ikut mengais rejeki di sana. Ketika aturan dibentuk kadangkala berbenturan dengan kebutuhan perut masyarakat.</p>
<p>Ketika aturan ditegakkan, masyarakat demo karena lahan mereka untuk mencari nafkah terancam. Kalau dibiarkan, kerusakan makin menjadi.</p>
<p>Dilema, penerapan hukum menjadi mandul. Adakah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kerusakan itu?</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Flingkungan%2Fdilema-kerusakan-lingkungan-sekitar-gunung-batur.html&amp;linkname=Dilema%2C%20Kerusakan%20Lingkungan%20Sekitar%20Gunung%20Batur"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/lingkungan/dilema-kerusakan-lingkungan-sekitar-gunung-batur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalpataru ditengah Rusaknya Hutan Lindung dan Alam Kintamani</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/lingkungan/kalpataru-ditengah-rusaknya-hutan-lindung-dan-alam-kintamani.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/lingkungan/kalpataru-ditengah-rusaknya-hutan-lindung-dan-alam-kintamani.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 19:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, warga masyarakat Desa Buahan Kecamatan Kintamani, salah satu desa yang bertetangga dengan desaku mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pelestarian lingkungan hidup, Kalpataru. Antusiasme masyarakat Buahan nampak dari semangat mereka mengarak trofi Kalpataru sepanjang perjalanan dari Bangli menuju Desa Buahan. Kebanggaan terpancar dari wajah-wajah polos mereka. Guratan-guratan ketuaan di wajah bapak-bapak itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, warga masyarakat Desa Buahan Kecamatan Kintamani, salah satu desa yang bertetangga dengan desaku mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pelestarian lingkungan hidup, Kalpataru. Antusiasme masyarakat Buahan nampak dari semangat mereka mengarak trofi Kalpataru sepanjang perjalanan dari Bangli menuju Desa Buahan. Kebanggaan terpancar dari wajah-wajah polos mereka. Guratan-guratan ketuaan di wajah bapak-bapak itu laksana lenyap tatkala mereka merasakan kegembiraan dan kebanggan mengarak trofi Kalpataru itu.</p>
<p>Wajarlah jika mereka berbangga diri. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden SBY kepada salah seorang perwakilan warga Buahan. Dan, prestasi itu merupakan prestasi yang jarang bisa didapatkan oleh sebuah kelompok masyarakat. Mereka dianggap mampu melestarikan hutan lindung yang berada di sekeliling desa Buahan. </p>
<p>Desa Buahan merupakan salah satu desa yang masuk ke dalam wilayah Bintang Danu Berada di antara Desa Kedisan dan Abang. Berada di sebelah selatan Danau Batur, di bawah tebing pinggiran kaldera Batur sebelah selatan. Tebing ini ditumbuhi beraneka jenis tanaman tropis yang cukup lebat. Mungkin karena mampu mempertahankan kelestarian hutan lindung di sebelah selatan dan barat desa inilah yang akhirnya mengantarkan masyarakat Desa Buahan mendapatkan penghargaan ini.</p>
<p>Jika Desa Buahan mampu membuat saya ikut merasa bangga sebagai warga Kintamani, tidak demikian halnya dengan Desa-desa lain yang juga masuk kawasan Bintang Danu. Di Batur misalnya, daerah sekitar Pura Jati yang harusnya menjadi bagian dari hutan lindung Gunung Batur kini bopeng, karena maraknya galian C dan banyaknya bangunan darurat yang dibuat masyarakat disana guna keperluan menginap hanya untuk beberapa hari ketika ada piodalan di Pura Jati.</p>
<p>Demikian pula di Songan, tidak jauh berbeda. Di Banjar Tabu, sebuah sekolah hampir nyemplung ke dasar tanah. Pinggiran sekolah sudah dikeruk habis oleh masyarakat untuk digali pasirnya. Akibatnya, sebuah sekolah menjadi korban. Toh masyarakat cuek saja. Asal masih bisa gali pasir, dan menghasilkan uang, peduli amat. Sekolah urusan pemerintah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Begitu sering saya dengar&#8230; Menyedihkan.</p>
<p>Di Trunyan, sama saja. Hutan di areal Gunung Abang tiap tahun terbakar. Entah kebakaran itu disengaja, atau tidak. Yang jelas kebakaran itu bukan saja menimbulkan dampak bagi kawasan Gunung Abang saja, tapi meluas sampai ke daerah-daerah sekitarnya. </p>
<p>Sebagian besar memang alam Kintamani, yang konon dulu merupakan kawasan wisata kaldera terindah di dunia sudah dikorbankan untuk keserakahan manusia. Semuanya memang atas nama materi. Ketika perut sudah menununtut isi, siapa yang akan peduli terhadap masalah yang akan timbul 50 tahun lagi?</p>
<p>Kebijakan pemerintah terkadang terasa aneh. Ketika alam sudah rusak parah, yang terjadi bukannya reboisasi atau upaya pembenahan, malah di sekitar Pura Jati, tanah hutan terkesan dibagi-bagi. Hutan yang harusnya menjadi penyangga kelestarian ekosistem kini beralih fungsi mnenjadi lahan pertanian. </p>
<p>Setiap kali pulang kampung, saya melihat semakin berkurang pohon-pohon tinggi itu, karang-karang sisa letusan itu yang dulu menjulang memberi pemandangan yang khas daerah pegunungan kini telah menjadi bagian dari tembok-tembok rumah.</p>
<p>Apakah ketika nanti saya punya anak dan saya ajak pulang ke Kintamani, akankah masih mendapatkan pemandangan yang indah itu???</p>
<p>Kalpataru, semoga bukan cuma penghargaan dan trofi cantik. Kintamani perlu perubahan. </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Flingkungan%2Fkalpataru-ditengah-rusaknya-hutan-lindung-dan-alam-kintamani.html&amp;linkname=Kalpataru%20ditengah%20Rusaknya%20Hutan%20Lindung%20dan%20Alam%20Kintamani"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/lingkungan/kalpataru-ditengah-rusaknya-hutan-lindung-dan-alam-kintamani.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desa Adat Pengelipuran, Mempertahankan Tradisi ditengah Ambisi Globalisasi</title>
		<link>http://www.ikads.net/bali/adat/desa-adat-pengelipuran-mempertahankan-tradisi-ditengah-ambisi-globalisasi.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/bali/adat/desa-adat-pengelipuran-mempertahankan-tradisi-ditengah-ambisi-globalisasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 03:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[desa tradisional Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelipuran]]></category>
		<category><![CDATA[traditional village]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/jalan-jalan/desa-adat-pengelipuran-mempertahankan-tradisi-ditengah-ambisi-globalisasi.html</guid>
		<description><![CDATA[Pengelipuran hanyalah sebuah desa kecil di pinggiran kota sejuk, Bangli, Bali sekitar 40 km dari kota Denpasar. Secara dinas Desa Pekraman Pengelipuran termasuk Kelurahan Kubu. Dihuni sekitar 200 kepala keluarga yang menempati sekitar 76 rumah keluarga atau satu rumah ditinggali sekitar 3 kepala keluarga. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Meski sekarang sudah mulai ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengelipuran hanyalah sebuah desa kecil di pinggiran kota sejuk, Bangli, Bali sekitar 40 km dari kota Denpasar. Secara dinas Desa Pekraman Pengelipuran termasuk Kelurahan Kubu. Dihuni sekitar 200 kepala keluarga yang menempati sekitar 76 rumah keluarga atau satu rumah ditinggali sekitar 3 kepala keluarga. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Meski sekarang sudah mulai ada yang menjadi pegawai negeri atau bekerja di sector pariwisata lainnya.</p>
<p>Pengelipuran adalah salah satu desa tradisional atau desa tua di Bali atau sering disebut Bali Aga atau Bali Mula. Merupakan salah satu tujuan wisata yang dipromosikan oleh Pemkab Bangli.</p>
<p>Tapi di desa kecil ini tradisi begitu kukuh dipegang oleh masyarakatnya. Terutama yang berkaitan dengan penataan pekarangan rumah. Di tengah gempuran arus modernisasi, keteguhan masyarakat Pengelipuran tampak dari rapinya penataan kawasan hunian masyarakat setempat. Memasuki desa pengelipuran laksana memasuki sebuah taman yang dibentuk dengan arsitektur maha sempurna. Jejeran rumah di sepanjang jalan berdiri rapi dengan pintu gerbang yang hampir seragam di setiap rumah. Rumah-rumah ini dibelah oleh sebuah jalan besar yang dipaping di bagian tengah dan ditamani rerumputan di pinggir kiri kanannya.</p>
<p><span id="more-81"></span></p>
<p>Penataan rumah dan pekarangan sangat ketat dan mengikuti ketentuan Asta Kosala-Kosali, Asta Bumi, Sikut Karang dan berbagai aturan yang tertulis maupun yang tidak tertulis lainnya. Karenanya, setiap pekarangan dan rumah di Desa Pengelipuran selalu mempunyai pola atau tatanan yang sama. Posisi paling barat ditempati oleh sebuah joli yaitu tempat tinggal utama. Dimana sebagian besar penghuni rumah tinggal disini. Juga dimanfaatkan untuk menerima tamu.</p>
<p>Masuk lebih dalam lagi akan dijumpai pewaregan atau dapur di bagian utara dan bale saka nem di sebelah selatan. Dapur memang berfungsi sebagai dapur dan tempat tinggal orang tua, dan kadang dipakai sebagai atempat mekemit (menyucikan diri, tapa brata) ketika seseoarng dari keluarga yang tinggal di pekarangan itu melakukan suatu ritual adat keagamaan. Sedangkan bale saka nem lebih banyak berfungsi untuk kegiatan manusa yadnya, yaitu ritual yang berkaitan dengan upacara terhadap manusia, seperti metatah dan tempat jenazah ketika salah seorang penghuni pekarangan itu meniggal dunia.</p>
<p>Lebih kedalam lagi dijumpai lesung di sebelah utara, berdampingan dengan lumbung di sebalah selatan. Lesung di sini ternyata diberi tempat khusus dan diberi atap. Fungsinya selain sebagai sarana untuk menumbuk padi, jagung atau bahan makanan lainnya, di sekitar lesung juga dimanfaatkan untuk mebat atau metanding ketika akan melaksanakan suatu kegiatan/ritual keagamaan. Diseberangnya berdiri lumbung yang dipakai sebagai tempat menyimpan hasil pertanian terutama gabah.</p>
<p>Paling ujunng atau paling timur adalah bangunan sanggah yang hamper berdampingan dengan kamar mandi. Mungkin kamar mandi merupakan hasil akulturi dari budaya modern. Karena sebelumnya masyarakat Pengelipuran lebih banyak memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan MCK-nya.</p>
<p>Tradisi-tradisi lainnya pada umumnya sama dengan tradisi desa adat lainnya di Bali. Mulai dari perangkat desa adat dan system pemerintahan desa adat semua hampir sama dengan system pemerintahan desa adat pada umumnya. Jika di Tenganan konon wanita Desa Tenganan tidak diijinkan kawin keluar desa Tenganan, di Pengelipuran tradisi ini tidak ada.</p>
<p>Semangat masyarakat disana bukan cuma nampak dari cara mereka menata pekarangannya. Mereka juga sangat aktif mempertahankan tradisi-tradisi lainnya seperti seni tabuh. Semangat ini tampak ketika saya menyaksikan sendiri anak-anak Pengelipuran yang masih berumur 5 tahunan sampai berumur belasan tahun berlatih menabuh gamelan di bale banjar setempat. Beberapa saat saya terkagum-kagum melihat jari-jari anak-anak itu begitu lincah memainkan panggul gangsa menari di atas gangsa menghasilkan tetabuhan Bali.</p>
<p>Kekaguman saya akan tradisi Pengelipuran dan anak-anak itu membuat saya mengcopy beberapa musik gamelan Bali yang kebetulan saya dapatkan ketika saya ngenet di sebuah warnet. Namun kekaguman itu bukannya tanpa ketakutan.  Jika tidak bijak menyikapinya, lambat laun Pengelipuran akan tinggal kenangan. Berharap Pemkab Bangli dan calon Gubernur Bali bisa membuka mata terhadap masalah seperti ini. Meski kelihatannya kecil, tapi taksu Bali berada di tempat-tempat seperti Pengelipuran ini. Jika taksu Pengelipuran dan taksu tempat-tempat lainnya hilang, hilanglah taksu Bali.</p>
<p>Globaslisai adalah pilihan. Dan warisan budaya adalah juga titipan. Seberapa bijakkah kita?<br />
Pengelipuran, 3 Mei 2008</p>
<p><a href="http://Go-Vnet.Com/?id=ksuarya" target="_blank"><img src="http://plazapulsa.com/banner/plazapulsa4.gif" alt="Bisnis Pulsa Paling Mudah PlazaPulsa.com" height="60" width="468" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fbali%2Fadat%2Fdesa-adat-pengelipuran-mempertahankan-tradisi-ditengah-ambisi-globalisasi.html&amp;linkname=Desa%20Adat%20Pengelipuran%2C%20Mempertahankan%20Tradisi%20ditengah%20Ambisi%20Globalisasi"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/bali/adat/desa-adat-pengelipuran-mempertahankan-tradisi-ditengah-ambisi-globalisasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir&#8230;Banjir&#8230;Banjir&#8230;</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/kesehatan/banjirbanjirbanjir.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/kesehatan/banjirbanjirbanjir.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 06:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[24]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[   
Hujan kemarin sore rupanya membawa banjir yang sangat hebat di depan kantorku. Sayangnya, mungkin berita banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya tenggelam oleh berita Soeharto. Maklum, konon kabarnya semua media terutama televisi memang merupakan gurita usaha Cendana.
Karena banjir juga, semalam saya cuma makan mie rebus, plus nasi putih. Kasian deh&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2305/2193936791_b087153239_m.jpg" alt="banjir" />   <img src="http://farm3.static.flickr.com/2312/2194724292_c093cb4b89_m.jpg" alt="banjir dan mendung" /></p>
<p>Hujan kemarin sore rupanya membawa banjir yang sangat hebat di depan kantorku. Sayangnya, mungkin berita banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya tenggelam oleh berita Soeharto. Maklum, <a href="http://rumahtulisan.wordpress.com/2008/01/12/gurita-media-keluarga-cendana/">konon kabarnya</a> semua media terutama televisi memang merupakan gurita usaha Cendana.</p>
<p>Karena banjir juga, semalam saya cuma makan mie rebus, plus nasi putih. Kasian deh&#8230;</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Fkesehatan%2Fbanjirbanjirbanjir.html&amp;linkname=Banjir%26%238230%3BBanjir%26%238230%3BBanjir%26%238230%3B"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/kesehatan/banjirbanjirbanjir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Press Release Greenpeace tentang Perjanjian Iklim</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/lingkungan/press-release-greenpeace-tentang-perjanjian-iklim.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/lingkungan/press-release-greenpeace-tentang-perjanjian-iklim.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 18:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[PERJANJIAN IKLIM MENGABAIKAN KAJIAN ILMIAH: GREENPEACE
  
Nusa Dua, Bali, Indonesia, 15 Desember 2007 – Perjanjian iklim yang dicapai di Bali hari ini telah mengabaikan target untuk menurunkan emisi yang dituntut oleh kajian ilmiah dan kemanusiaan, demikian menurut Greenpeace.


Dihadapkan pada kritik tajam di tengah sidang PBB, Pemerintah AS dengan terpaksa mengikuti kemauan peserta lain agar tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="4"><span style="font-weight: bold"><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_0"></span></span></font><strong><span>PERJANJIAN IKLIM MENGABAIKAN KAJIAN ILMIAH: GREENPEACE</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: center" align="center"><strong><span>  </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><strong><em><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_1">Nusa Dua, Bali, Indonesia</span>, 15 Desember 2007</span></em></strong><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"> – Perjanjian iklim yang dicapai di <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_2">Bali</span> hari ini telah mengabaikan target untuk menurunkan emisi yang dituntut oleh kajian ilmiah dan kemanusiaan, demikian menurut <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_3">Greenpeace</span>.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">Dihadapkan pada kritik tajam di tengah sidang PBB, Pemerintah AS dengan terpaksa mengikuti kemauan peserta lain agar tidak menggagalkan pertemuan tersebut. Meski demikian, taktik di bawah tangan Pemerintahan Bush telah mengakibatkan Mandat <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_4">Bali</span>  tidak mencantumkan hal apa pun yang terkait dengan angka penurunan yang dibutuhkan untuk menghentikan perubahan iklim, dan mengecilkan arti kajian ilmiah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">“Dengan kasarnya Pemeritahan Bush telah mengeksploitasi suatu proses menuju kesepakatan dan menjadikannya sebuah arena topeng monyet,” kata Direktur Eksekutif <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_5">Greenpeace</span> Internasional Gerd Leipold. “Mereka menjadikan kajian ilmiah sebagai catatan kecil.”</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">Tahun ini Panel Antarpemerintah PBB tentang Perubahan Iklim atau <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_6">Intergovernmental Panel on Climate Change</span> (IPCC), yang telah mendapat Nobel Perdamaian, dengan jelas telah menunjukkan dampak dari perubahan iklim, dan di pekan ini ada berita tentang hilangnya es di Antartika dalam <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_7">lima</span> atau enam tahun mendatang, sementara para ahli mengatakan bahwa tahun 2007 ini merupakan tahun yang terpanas sepanjang sejarah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_8">Greenpeace</span> tetap yakin bahwa tekanan dari masyarakat di semua benua akan membuat pemerintah-pemerint ah dunia akan sepakat dalam dua tahun mendatang untuk menekan emisi gas rumah kaca sesuai permintaan para ilmuwan. Jerman, misalnya, merupakan contoh negara yang mengumumkan penurunan emisinya hingga 40% pada tahun 2020.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">“Pemerintah-pemerint ah di dunia harus menentukan nasib mereka sendiri dari bencana yang diciptakan oleh Presiden Bush yang punya rencana busuk. Negara-negara industri kini harus menetapkan target-target mereka dalam menekan emisi dan terus maju dalam mencapai batas nasional dan internasional, dan yakin bahwa Pemerintah   AS juga akan <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_9">segera</span> berbuat sama.”</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">“Negara-negara berkembang datang ke <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_10">Bali</span>  dengan usulan jelas. Yang mereka dapatkan hanyalah strategi kotor dari Bush yang menantang semua bahasan terutama yang terkait dengan jutaan umat manusia yang telah menderita akibat perubahan cuaca,” kata Ailun Yang dari Greenpeace China .<br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">“Pemerintah Amerika tanpa ragu menyalahkan lemahnya kesepakatan itu kepada negara-negara berkembang, namun dunia mengerti apa yang sebenarnya: Amerika-lah yang berperan di <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_11">Bali</span> .”</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">Para Pihak dalam Protokol Kyoto sepakat dalam beberapa target dari negara-negara industri untuk menekan emisi hingga 25 % &#8211; 40 % pada tahun 2020. Hal ini menggambarkan bahwa Bush telah terkucil dari pentingnya penurunan emisi.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">Perjanjian akhir mencantumkan suatu mandat untuk merundingkan tahap berikut yang lebih mantap dari Protokol Kyoto untuk tahun 2009, dengan memulai proses pendanaan dan menyalurkan teknologi bersih bagi negara-negara berkembang, dan pembiayaan<span>  </span>untuk membantu para korban perubahan iklim. Untuk pertama kalinya, UNFCCC akan membahas masalah utama tentang emisi dari pembalakan hutan yang mencapai 20% dari emisi global.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_12">Greenpeace</span> menyambut baik langkah-langkah awal menuju tercapainya penurunan emisi dari pembabatan hutan, yang akan melindungi baik hutan maupun iklim. Namun, hilangnya hutan tetap memprihatinkan – tiap dua detik areal hutan seluas lapangan bola dihancurkan. Pemerintah-pemerint ah dunia seharusnya dapat bertindak lebih banyak dalam hal ini. Masih banyak hal yang harus dilakukan sebelum masalah penggundulan hutan dibahas secara efektif.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial"><br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">Pertemuan ini mencapai beberapa hal yang membantu manusia untuk beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, dan menyokong teknologi bersih lebih banyak dari yang diharapkan. Hasilnya, dana akan mulai mengalir kepada mereka yang paling ringkih. Namun, dana yang disetujui di <span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_13">Bali</span>  merupakan hal kecil dibanding dengan kebutuhan akan adaptasi dan triliunan hal lain yang diperlukan untuk revolusi energi belum tampak. Hal ini harus diubah jika kita menginginkan berakhirnya penderitaan dan cara pengembangan energi yang membuat polusi.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 11pt; font-family: Arial">  </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><em><span style="font-size: 9pt"><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_14">Greenpeace</span> adalah organisasi kampanye independen yang bekerja untuk mengubah sikap dan perilaku, demi melindungi dan melestarikan lingkungan hidup dan mengusung perdamaian.</span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify"><span style="font-size: 9pt; font-family: Arial">  </span></p>
<h1 style="text-align: justify"><span style="font-size: 9pt">Untuk keterangan tambahan, hubungi</span><span style="font-size: 9pt; font-weight: normal">:</span></h1>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 9pt">Cindy Baxter, +62 813 3794 9713 </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 9pt">Martin Baker, +62 813 3794 9714 </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 9pt">Jo Kuper, +62 813 3794 9715</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 9pt">Chris Nusatya, +62 812 107 8050</span></p>
<p class="MsoList" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">  </span></p>
<p style="color: #40a0ff; font-weight: bold; background-color: transparent; font-family: comic sans ms"><font size="3">Arie Rostika Utami</font></p>
<p style="color: #000000; background-color: transparent; font-family: comic sans ms"><font size="2">Assistant Media Campaigner</font></p>
<p style="color: #007f40; font-weight: bold; background-color: transparent; font-family: comic sans ms"><span style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer" class="yshortcuts" id="lw_1197743374_15">Greenpeace</span> SEA-Indonesia</p>
<p style="background-color: transparent; font-family: comic sans ms"><font color="#007f40"><span><a href="http://www.greenpeace.or.id/" rel="nofollow" target="_blank">www.greenpeace. or.id</a></span></font></p>
<p><span style="font-family: comic sans ms; color: #007f40"> Hp  : +62 856 885 7275<br />
Tlp : +62 21 3101873<br />
email : arie.utami@id. greenpeace. org</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Flingkungan%2Fpress-release-greenpeace-tentang-perjanjian-iklim.html&amp;linkname=Press%20Release%20Greenpeace%20tentang%20Perjanjian%20Iklim"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/lingkungan/press-release-greenpeace-tentang-perjanjian-iklim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyepi Untuk Dunia</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/lingkungan/nyepi-untuk-dunia.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/lingkungan/nyepi-untuk-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 09:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Nyepi merupakan salah-satu agenda penting dalam delegasi KTT internasional perubahan iklim (UNFCCC), dimana tenyata mendapkan respon positif dari peserta delegasi. Usulan itu disampaikan Ketua Adyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Ida Pedanda Tianyar Sebali, di Nusa Dua, Bali, Senin (3/12).
Sebagai masyarakat Bali, saya juga menyambut gembira diwacamakannya Nyepi sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyepi merupakan salah-satu agenda penting dalam delegasi KTT internasional perubahan iklim (UNFCCC), dimana tenyata mendapkan respon positif dari peserta delegasi. Usulan itu disampaikan Ketua Adyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Ida Pedanda Tianyar Sebali, di Nusa Dua, Bali, Senin (3/12).</p>
<p>Sebagai masyarakat Bali, saya juga menyambut gembira diwacamakannya Nyepi sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi perubahan iklim ini. Selain dari persfektif agama (Nyepi merupakan Hari Raya Umat Hindu), kalau dikaji dari aspek lingkungan Nyepi (hening) dalam waktu 24 jam juga merupakan upaya untuk mengistirahatkan lingkungan atau bumi dari segala aktifitas manusia sehingga berpengaruh positif terhadap keseimbangan lingkungan. Pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah apa yang terjadi kalau Nyepi dilaksanakan didunia??? Tentu jawabannya adalah bukan hanya alam Bali yang beristirahat pada waktu hari raya Nyepi, tetapi seluruh alam di dunia akan beristirahat dan akan sangat berpengaruh baik terhadap perubahan iklim.</p>
<p>Sebagai manusia seharusnya kita berfikir bagaimana cara menanggulangi perubahan ikim serta bagaimana caranya agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Hal inilah yang menuntut kita harus berupaya menjaga alam dengan tidak hanya memanfaatkan untuk kepentingan semata tetapi juga menjaganya. Bagaimanapun juga kondisi alam yang baik merupakan anugrah dan kebutuhan kita dan generasi yang akan datang dan konsep hubungan manusia dengan lingkunagn adalah jawaban dari semua ini (yang merupakan salah-satu dari konsep Tri Hita Karana)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Flingkungan%2Fnyepi-untuk-dunia.html&amp;linkname=Nyepi%20Untuk%20Dunia"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/lingkungan/nyepi-untuk-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konferensi UNFCCC dan Nyepi</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/lingkungan/konferensi-unfccc-dan-nyepi.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/lingkungan/konferensi-unfccc-dan-nyepi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 08:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Sedari awal mendengar bahwa di Bali akan dilangsungkan konferensi tingkat dunia tentang perubahan iklim (UNFCCC), yang pertama menjadi pertanyaan dalam hati saya adalah, apakah langkah nyata yang akan diambil oleh para pemegang kebijakan dan delegasi serta negara-negara peserta konferensi dalam menanggulangi Global Warming ini.
Timbul perasaan skeptis juga, apa ada cara yang bisa mencegah atau paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedari awal mendengar bahwa di Bali akan dilangsungkan konferensi tingkat dunia tentang perubahan iklim (UNFCCC), yang pertama menjadi pertanyaan dalam hati saya adalah, apakah langkah nyata yang akan diambil oleh para pemegang kebijakan dan delegasi serta negara-negara peserta konferensi dalam menanggulangi Global Warming ini.</p>
<p>Timbul perasaan skeptis juga, apa ada cara yang bisa mencegah atau paling tidak mengurangi gejala alam ini.</p>
<p>Sempat mengikuti, bahwa Nyepi di Bali akan dikemukakan dalam konferensi ini sebagai salah satu alternatif menanggulangi efek pemanasan global ini.<br />
Meski saya tidak tahu pasti (saya bukan pakarnya) berapa besar emisi yang bisa direduksi dari Nyepi yang berlangsung selama 24 jam ini, tapi saya yakin bahwa Nyepi bisa sebagai salah satu alternatif yang bagus.</p>
<p>Nyepi adalah salah satu hari raya besar Agama Hindu dalam raangka menyambut Tahun Baru Saka. Dalam prosesi nyepi segala aktifitas umatHindu terhenti. Dalam rangkaian hari raya Nyepi ini dikenal ada 4 Catur Brata Penyepian yaitu:</p>
<p>1. Amati Geni, artinya tidak menyalakan api<br />
2. Amati Karya, tidak melakukan aktifitas/pekerjaan<br />
3. Amati Lelungaan, tidak bepergian (keluar rumah)<br />
4. Amati Lelanguan, tidak berfoya-foya.</p>
<p>Secara prinsip, bagi umat Hindu bukanlah hal-hal di atas yang menjadi tolok ukur kesuksekan Hari Raya Nyepi, tapi kesanggupan umat dalam mengekang diri terhadap kemewahan duniawi.</p>
<p>Namun, jika dikaitkan dengan pemanasan global, ada banyak hal yang memberikan kesempatan alam untuk bernafas. Pada saat Nyepi segala aktifitas terhenti, tidak ada asap api, tidak ada asap knalpot, tidak ada asap pabrik. Dan, selama 24 jam itu, alam akan benar-benar bernafas lega, menikmati keheningan tanpa aktifitas manusia.</p>
<p>Ini hanyalah pendapat pribadi saya, mungkin masih banyak alternatif lain yang lebih efektif.</p>
<p>Untuk informasi lebih banyak mengenai Nyepi sebagai salah satu alternatif penanggulangan global warming, silakan berkunjung di Website ini:<a href="http://www.worldsilentday.org">World Silent Day</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Flingkungan%2Fkonferensi-unfccc-dan-nyepi.html&amp;linkname=Konferensi%20UNFCCC%20dan%20Nyepi"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/lingkungan/konferensi-unfccc-dan-nyepi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KTT UNCCC &#8211; Apa Untungnya Buat Bali?</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/lingkungan/ktt-unccc-apa-untungnya-buat-bali.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/lingkungan/ktt-unccc-apa-untungnya-buat-bali.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 09:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Mulai tanggal 3 Desember 2007 mendatang, akan berlangsung Konferensi Tingkat Dunia tentang Perubahan Iklim Global (United Nation Climate Change Conference) yang akan diadakan di Bali.
Dilihat dari keberhasilan Pemerintah dalam hal ini kita patut berbangga diri. Setidaknya Indonesia belum buruk-buruk amat di mata Internasional. Kita juga merasa bangga, bahwa Bali, setelah sekian lama terpuruk akibat bom [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai tanggal 3 Desember 2007 mendatang, akan berlangsung Konferensi Tingkat Dunia tentang Perubahan Iklim Global (United Nation Climate Change Conference) yang akan diadakan di Bali.</p>
<p>Dilihat dari keberhasilan Pemerintah dalam hal ini kita patut berbangga diri. Setidaknya Indonesia belum buruk-buruk amat di mata Internasional. Kita juga merasa bangga, bahwa Bali, setelah sekian lama terpuruk akibat bom Bali I dan bom Bali II, masih dipercaya sebagai tuan rumah event sebesar ini.</p>
<p>Menurut berita <a href="http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/11/27/b23.htm">Bali Post</a>, bahwa sebagian besar hotel di kawasan Nusa Dua dan Jimbaran sudah dibooking. Itu artinya, di akhir tahun ini Pulau Bali akan dipenuhi wisatawan elit (sekelas menteri) dari seluruh penjuru dunia.<br />
<em>Wisatawan domestik bisa nggak dapat tempat di Bali nih? Tapi di Ubud, Kintamani, Candidasa dan tempat lainnya masih layak Anda kunjungi.</em></p>
<p>Kita semua berharap dengan event besar ini, Bali yang memang dari dulu sangat tergantung pada pariwisata dapat menunjukan jati dirinya dimata para delegasi peserta konferensi.</p>
<p>Kita juga berharap, bahwa konferensi ini membawa dampak yang positif bagi kelangsungan lingkungan hidup yang baik di Bali. <em>Soalnya tiap hari baju kotor ketika naik motor menuju ke kantor. Belum lagi harus jalan muter-muter karena terjebak banjir </em></p>
<p>Adakah hal lain yang patut kita harapkan dari Konferensi ini???</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Flingkungan%2Fktt-unccc-apa-untungnya-buat-bali.html&amp;linkname=KTT%20UNCCC%20%26%238211%3B%20Apa%20Untungnya%20Buat%20Bali%3F"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/lingkungan/ktt-unccc-apa-untungnya-buat-bali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
