<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ikads.net &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://www.ikads.net/category/media/pendidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ikads.net</link>
	<description>life as a journey</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 17:32:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sekolah Tinggi Ilmu Pembantaian (STIP)</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/hukum/sekolah-tinggi-ilmu-pembantaian-stip.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/hukum/sekolah-tinggi-ilmu-pembantaian-stip.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 16:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dek Didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Bangsat&#8230;!!!! Mau jadi apa sih para mahasiswa ini? Udah enak-enak dibiayai negara, koq malah jadi preman???
Rasanya mulut dan perut ini tidak bisa menahan kata-kata kasar itu. Datang dari kantor sambil menunggu pesanan nasi goreng di sebuah warung makan, mata tertuju pada siaran salah satu TV swasta. Dan, kembali kisah pembantaian terhadap mahasiswa sebuah Sekolah Tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangsat&#8230;!!!! Mau jadi apa sih para mahasiswa ini? Udah enak-enak dibiayai negara, koq malah jadi preman???</p>
<p>Rasanya mulut dan perut ini tidak bisa menahan kata-kata kasar itu. Datang dari kantor sambil menunggu pesanan nasi goreng di sebuah warung makan, mata tertuju pada siaran salah satu TV swasta. Dan, kembali kisah pembantaian terhadap mahasiswa sebuah Sekolah Tinggi yang notabene merupakan sekolah &#8220;pemerintah&#8221;, karena sekolah tinggi macam ini biasanya menerapkan semacam ikatan kedinasan.</p>
<p>Masih sangat segar, pembantaian terhadap Taruna IPDN beberapa waktu lalu. Banyak yang miris mendengar, di sebuah sekolah tinggi, yang diagung-agungkan ternyata tidak lebih sebagai sebuah ajang pembalasan dendam antara senior terhadap senior. Tragedi kembali terjadi. Dan kembali di sebuah sekolah tinggi negara.</p>
<p>Tindakan kekerasan telah membudaya di dalam lingkungan ini. Bukan hanya di kedua sekolah di atas, di sekolah tinggi lainnya juga tidak jauh berbeda. Ada teman yang merupakan salah satu lulusans sekolah tinggi macam ini. Kekerasan fisik bukanlah hal yang tabu di dalam lingkungan sekolah ini. Budaya balas dendam senior, yang tidak mampu dilampiaskan pada senior terdahulu menyisakan benih-benih pembalasan terhadap adik kelas atau senior-seniornya.</p>
<p>Tidak heran lantas, budaya ini justru berkembang dan tumbuh subur dalam lingkungan kampus. Tradisi sudah mendarah daging. Pembalasan hanya bisa dilakukan kepada adik kelas yang dianggap lebih lemah dan tidak akan berani memberikan perlawanan, baik fisik maupun mental. Makin menjadilah preman-preman ini menjalankan arogansinya.</p>
<p>Apa sih sebenarnya yang diharapkan dari sekolah pencetak preman semacam ini? Pantas saja, korupsi atau tindakan tidak terpuji lain masih banyak terjadi dalam tatanan birokrasi dari yang kecil sampai birokrasi pusat. Lha wong yang dicetak untuk menduduki posisi-posisi strategis di pemerintahan tak lebih dari preman-preman yang dididik oleh preman pula.</p>
<p>Wahai aktivis mahasiswa, ini juga masalah sosial, bukan hanya kenaikan harga BBM yang perlu anda perhatikan. Perhatikan imbas dari ulah preman ini 15 tahun lagi. Jika saja ada 20 ribu tamatan preman ini, bayangkan 15 tahun lagi. Bagaimana bakalan tatanan birokrasi kita. Mungkin tindak kekerasan fisik akan menjadi hal yang lumrah dalam masyarakat. Mana suaramu???</p>
<p>Sudah hampir terbukti. Di sebuah kabupaten, pernah saya dengar, seorang ajudan bupati menjadi tukang onar dan biang keributan, dia adalah tamatan sekolah tinggi negara.</p>
<p>Bubarkabn saja atau tunggu saja sampai sekolah tinggi ini berubah menjadi <strong>Sekolah Tinggi Ilmu Pembantaian</strong>, atau <strong>Institut Pembantai Negara&#8230;.</strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Fhukum%2Fsekolah-tinggi-ilmu-pembantaian-stip.html&amp;linkname=Sekolah%20Tinggi%20Ilmu%20Pembantaian%20%28STIP%29"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/hukum/sekolah-tinggi-ilmu-pembantaian-stip.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolahku&#8230;</title>
		<link>http://www.ikads.net/media/pendidikan/10.html</link>
		<comments>http://www.ikads.net/media/pendidikan/10.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 07:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Frans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bali.ikads.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Sekolah ku
Seiring dengan kemajuan yang ada di Bali saat ini, banyak juga fasilitas-fasilitas umum yang dibangun maupun yang diperbarui.Secara tidak langsung fasilitas-fasilitas umum tersebut dapat sangat menunjang untuk kemajuan yang ada di pulau Bali.
Dalam rubrik ini saya hanya ingin menulis tentang fasilitas pendidikan yang ada di Bali. Banyak kita lihat pembangunan-pembangunan sarana pendidikan, mulai dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah ku</p>
<p>Seiring dengan kemajuan yang ada di Bali saat ini, banyak juga fasilitas-fasilitas umum yang dibangun maupun yang diperbarui.Secara tidak langsung fasilitas-fasilitas umum tersebut dapat sangat menunjang untuk kemajuan yang ada di pulau Bali.</p>
<p>Dalam rubrik ini saya hanya ingin menulis tentang fasilitas pendidikan yang ada di Bali. Banyak kita lihat pembangunan-pembangunan sarana pendidikan, mulai dari tingkat playgroup sampai perguruan tinggi. Tapi sayangnya biaya yang mereka tawarkan benar-benar bikin kepala saya pusing. Saya mengalami pada saat anak saya akan masuk sekolah dasar, biaya yang diminta sangat besar, tapi saya teringat slogan yang ada di acara salah satu tv swasta &#8221; What you see ,what you get &#8221; , ya mau tidak mau saya harus membayar untuk semua itu.</p>
<p>Beberapa waktu lalu saya melintas di daerah Kerobokan, saya melihat sebuah sekolah yang menurut saya sungguh sangat memprihatinkan.Melihat di daerah tersebut banyak sekali Villa-villa yang mewah, yang mungkin pembangunannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan ada beberapa sekolah-sekolah internasional yang di bangun di daerah tersebut. Saya sempat berpikir &#8221; Apa sekolah untuk kita harus berbentuk seperti itu ? &#8220;, ya pertanyaan itu hanya untuk diri saya sendiri saja.</p>
<p>Sebenarnya pemerintah sudah mulai berusaha untuk dapat menambah anggaran pendidikan untuk dapat menjadi 20 % dari APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Negara ) , tapi baru terpenuhi sekitar 12 % saja. Sebenarnya kita dapat melibatkan beberapa pihak untuk dapat meningkatkan taraf pendidikan, tanpa harus bergantung pada pihak pemerintah. Salah satu cara adalah dengan menarik semacam retribusi khusus untuk peningkatan sarana pendidikan yang ada di daerah setempat, mungkin selama ini restribusi tersebut hanya dialamatkan untuk desa atau acara-acara yang lain, tidak ada salahnya kalau kita mau mengetuk hati para investor tersebut, untuk dapat menyisihkan sedikit dana untuk sarana pendidikan di daerah tersebut. Mungkin di setiap desa di bentuk suatu kepengurusan yang membidangi khusus masalah pendidikan.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.ikads.net%2Fmedia%2Fpendidikan%2F10.html&amp;linkname=Sekolahku%26%238230%3B"><img src="http://www.ikads.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ikads.net/media/pendidikan/10.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
