Nyepi Untuk Dunia
Nyepi merupakan salah-satu agenda penting dalam delegasi KTT internasional perubahan iklim (UNFCCC), dimana tenyata mendapkan respon positif dari peserta delegasi. Usulan itu disampaikan Ketua Adyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Ida Pedanda Tianyar Sebali, di Nusa Dua, Bali, Senin (3/12).
Sebagai masyarakat Bali, saya juga menyambut gembira diwacamakannya Nyepi sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi perubahan iklim ini. Selain dari persfektif agama (Nyepi merupakan Hari Raya Umat Hindu), kalau dikaji dari aspek lingkungan Nyepi (hening) dalam waktu 24 jam juga merupakan upaya untuk mengistirahatkan lingkungan atau bumi dari segala aktifitas manusia sehingga berpengaruh positif terhadap keseimbangan lingkungan. Pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah apa yang terjadi kalau Nyepi dilaksanakan didunia??? Tentu jawabannya adalah bukan hanya alam Bali yang beristirahat pada waktu hari raya Nyepi, tetapi seluruh alam di dunia akan beristirahat dan akan sangat berpengaruh baik terhadap perubahan iklim.
Sebagai manusia seharusnya kita berfikir bagaimana cara menanggulangi perubahan ikim serta bagaimana caranya agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Hal inilah yang menuntut kita harus berupaya menjaga alam dengan tidak hanya memanfaatkan untuk kepentingan semata tetapi juga menjaganya. Bagaimanapun juga kondisi alam yang baik merupakan anugrah dan kebutuhan kita dan generasi yang akan datang dan konsep hubungan manusia dengan lingkunagn adalah jawaban dari semua ini (yang merupakan salah-satu dari konsep Tri Hita Karana)
nyepi sehari buat dunia adalah sesuatu yang bisa dilaksanakan apa bila semua negara bersunggu-sungguh melaksanakannya. Nyepi sedudia jangan dikaitkan dengan upacara agama. yang penting sehari nyepi di seluruh dunia memberikan bumi ini menghirup udara segar.”CONTOHLAH BALI”
[Reply]
Saya sependapat dengan Pak Wijaya. Kita tidak memaksakan agar nyepi bagian dari ritual agama atau budaya.
Yang terpenting adalah memberikan dunia menghirup udara segar.
Salam kenal
De Bina
[Reply]