Jangan Baca Berita Dengan Tanda Baca Bintang (*)

jangan-baca-1.jpg

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.

Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advetorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.

Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!

Maka dari iru, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.

Selengkapnya di : http://lodegen.wordpress.com/2008/04/01/jangan-baca-berita-tanda-bintang/

No Comments

  1. Yanuar says:

    ikutaaan ahhh….

    Yanuar’s last blog post..Keberuntungan

    [Reply]

  2. devari says:

    saya sudah jarang baca koran online :)
    kecuali surat pembaca

    devari’s last blog post..Lupakan saja Grammar itu!

    [Reply]

  3. ady gondronk says:

    gimana kalo ada teman bloger yg profesinya jadi wartawan lepas bli…??
    artikelnya isi tanda bintang ga..???

    ady gondronk’s last blog post..Mentos dan Cocacola Berbahaya

    [Reply]

  4. ekads says:

    wah saya sih jarang baca koran…..

    ekads’s last blog post..Sindrome Ketegangan Tingkat Akut

    [Reply]

  5. tidak ada pilihan lain, selain balipost.

    Nyoman Ribeka’s last blog post..Pencemaran Nama Baik

    [Reply]

  6. eko says:

    tulisan bagus. thanks..

    eko’s last blog post..Tip menyembuhkan BlogDesk

    [Reply]

  7. bogeloblast says:

    Yah menurut saya sih gak kenapa sebatas secara keseluruhan isi koran/media tersebut berimbang. Advetorial diperlukan oleh kedua belah pihak, untuk media sendiri untuk pendapatan dan untuk si pemilik artikel (biasanya pemerintahan) untuk penyebaran info/program kerja. Dalam dunia pers / jurnalistik dimungkinkan yang penting berimbang. Keto asane yen ssing pelih, soalne di tongos tiang megae keto orahine….

    [Reply]

Leave a Reply