Saya Ingin Menjadi Gubernur…

Wow, keren. Apa saya sudah siap menjadi Gubernur Bali?

Lawakan politik ini saya tonton kemarin dalam acara Wayang Cenk-Bloknk di Dewata TV yang masih dalam status Siaran Percobaan. Terjadi perbincangan yang seru antara lakon Cenk dan Blonk. Dalam perbincangan mereka, disinggung bahwa pekerjaan yang paling disukai adalah menjadi gubernur (saya lupa apakah Cenk atau Blonk yang ingin menjadi Gubernur). Menurutnya, bekerja (jabatan) sebagai gubernur itu enak. Gaji besar, mobil mewah, kemana-mana dikawal, dihargai, disanjung, punya power. Dll.

Sedangkan yang satu lebih memilih jadi petani. Tapi petani sekarang katanya banyak ruginya. Alih-alih pemerintah memperhatikan nasib petani, tapi anggaran untuk pilkada jauh lebih besar katanya. Alih-alih mendukung petani, ketika petani panen berlimpah, harga gabah anjlok. Ketika harga gabah naik, pemerintah import beras dari negeri seberang yang katanya lebih murah dan berkwalitas. Harga gabah naik, harga pupuk melambung. Jadi, perhatian pemerintah hanya sebagai pemanis bibir dong?

Apakah Cenk-Blonk sudah bosan dengan cara kerja pemerintah, sehingga kritikan ini keluar? Sudah begitu lemahkan perhatian pemerintah terhadap nasib para petani?

Dari lakon di tersebut, saya ingin menyinggung tentang Pilkada Bali, yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan. Para kandidat mulai pasang aksi dan pasang gaya (emang model???). Mereka mulai mengeluarkan jurus-jurus maut. Ada yang mengajak nanam pohon, ada yang suka perhatian kepada penduduk miskin, ada yang berkeliling dari banjar ke banjar, ada yang bikin forum-forum. Katanya sih buat perubahan, ajeg Bali, kesejahteraan masyarakat…. dan satu juta satu janji lainnya.

Ketika masanya tiba dan salah satu dari kandidat ini akhirnya menduduki kursi empuk kegubernuran, apakah janji-janji itu akan masih melekat dalam ingatan mereka? Atau mereka malah lebih memikirkan bagaimana mengeruk uang rakyat dan menyusun strategi untuk kemenangan pilkada berikutnya.

Siapa pun yang terpilih nanti, kita berharap bahwa mereka ada di kursi gubernur karena ditopang olah rakyat. Meski berada di atas kepala rakyat, bukan berarti mereka berhak nginjak-nginjak kepala rakyat. Kita berharap, mereka di atas sebagai peneduh yang memberikan keteduhan dan kemakmuran bagi siapa pun dibawahnya, terutama rakyatnya.

  • Share/Bookmark

No Responses to “Saya Ingin Menjadi Gubernur…”

  1. anton says:

    saya mencalonkan diri jg sebagai gublogger bali. :) )

    Reply

  2. Didi says:

    Cocok, saya siap mendukung. Ada yang mau jadi wakilnya?? :) )

    Reply

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

CommentLuv Enabled

?>