Pamanku Menjadi Korban Email Scam

Pernah dengar istilah Email SCAM? Sebagian besar dari Anda mungkin sudah sering mendengar istilah Email SCAM ini.

Email SCAM adalah email yang dikirimkan secara massal yang menjanjikan hadiah bagi penerimanya. Sama halnya dengan SMS yang menjanjikan hadiah. Ada berbagai trik yang digunakan oleh SCAMMER untuk memperdaya korbannya. Misalnya, menyatakan bahwa email korban terpilih sebagai pemenang lottery, menawarkan investasi dengan jumlah jutaan dollar, meminta bantuan korban untuk mendapatkan deposito atau tabungan yang dibebukan di bank karena pemilik rekening sudah meninggal dunia. Dan beribu trik-trik lainnya. Dan selalu, mereka (para SCAMMER) menjanjikan hadiah atau kompensasi yang sangat besar bagi penerima email.

Beberapa minggu yang lalu, paman saya menerima email SCAM dengan cara menawarkan suatu investasi yang cukup besar di Bali. Si scammer berencana membangun sebuah villa dan resort di Bali. Sebagai orang yang masih awam di dunia internet, paman saya menjadi sangat antusias karena memang beliau mempunyai usaha di bidang perhotelan.

Korespondensi berlangsung secara serius. Si scammer seolah-olah bisa membius paman saya dengan email-email yang sangat meyakinkan, membuatnya semakin optimis bahwa bisnis ini memang benar-benar nyata. Meski saya sudah memperingatkan bahwa email itu adalah scam/penipuan, sayangnya saya terlambat mengetahui email tersebut. Pamanku terlajur terbius janji-janji manis si scammer dengan imbalan jutaan dollar.

Dalam aksinya scammer menyatakan mempunyai dana jutaan dollar di Bank peninggalan suaminya yang sudah meninggal. Sayangnya uang itu tidak bisa dicairkan tanpa melalui bantuan pihak yang tinggal di luar negara scammer. Dengan segala bujuk rayunya, scammer meminta bantuan pamanku untuk membantu pencairan dananya. Terakhir, scammer menyatakan tidak mempunyai uang untuk memproses semua dokumen yang diperlukan untuk proses pencairan itu. Dia meminta bantuan pamanku untuk mentransfer uang bernilai puluhan juta, dan akan dikembalikan kalau proses pencairan dananya telah berhasil. Scammer juga menyatakan akan menetap di Bali, jika dananya sudah bisa dicairkan. (Meyakinkan memang, saya sempat membaca beberapa emailnya).

Akhirnya beberapa hari yang lalu pamanku mentransfer uangnya, sekitar 15 juta rupiah. Sampai beberapa hari scammer masih menghubungi pamanku, dan mengatakan bahwa transaksi sedang dalam proses. Tapi memang dasar penipu, selajutnya si scammer masih meminta dana lagi, bahwa dana yang dikirimkan masih kurang, karena ada satu dokumen yang terlupakan. Dan itu sangat diperlukan, dan juga untuk biaya pengacara.
Entah dana yang diminta yang terakhir ini juga ditransfer oleh pamanku atau tidak, saya tidak tahu pasti, karena saya sudah malas ngurusnya, meski dikasi tau juga tidak akan didengarkan.

Sebagai tindakan jaga-jaga, berikut ada beberapa hal mengenai email scam yang perlu anda perhatikan:

  1. Email scam biasanya dikirim dalam jumlah massal, pada kolom to: biasanya kosong, atau  email itu ditujukan kepada dirinya sendiri. Contoh: jika email dikirim oleh from: scammer@scammer.com, maka di kolom to juga akan menjadi to: scammer@smer.com. Tapi kadang2 memang ditujukan kepada email Anda
  2. Biasanya menggunakan email-email gratisan, seperti yahoo.com, yahoo.fr, hotmail.com dan sebagainya.
  3. Biasanya menjanjikan hadiah atau kompensasi dalam jumlah jutaan dollar
  4. Biasanya mengajak kerja sama, menyatakan email anda sebagai pemenang suatu undian, memohon bantuan agar bisa mencairkan dananya dibank dan sebagainya.
  5. Biasanya berisi kata-kata God Bless You dan kata-kata lain yang bersifat religius, agar kelihatan religius dan menutupi jati dirinya sebagai penjahat

Yang harus Anda lakukan jika Anda menerima email sejenis dan Anda tidak yakin itu scam:

  1. Periksa headernya.  Kalau point point no 1 di atas terpenuhi, itu pasti SCAM
  2. Go to Google. Search nama pengirimnya di Google. Biasanya akan banyak informasi mengenai nama pengirim email di atas di hasil search engine
  3. Yakinlah, bahwa Anda perlu untuk bekerja untuk mendapatkan uang. Tidak ada seorang pun yang tidak anda kenal akan dengan mudahnya mengajak Anda kerja sama atau memberi hadian
  4. Jika email Anda dinyatakan sebagai suatu pemenang lottere atau apa pun, pastikan Anda memang benar pernah mengikutkan email Anda dalam suatu undian. Dan jikalau pun Anda pernah mengikutkan email Anda dalam suatu kontes atau undian, tanyakan langsung kepada penyelenggara undian atau kontes.
  5. Selalu riset sebanyak-banyaknya sebelum Anda memutuskan  untuk percaya terhada isi email tersebut.
  6. Bekerja, tidak ada uang yang jatuh dari langit.

Jika anda punya tambahan silakan berbagi. Saya akan tambahkan di artikel ini. Mari kita budayakan internet yang bersih dan benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan bersama.

  • Share/Bookmark

No Responses to “Pamanku Menjadi Korban Email Scam”

  1. Joe says:

    Saya juga sering dapat email seperti itu. Hati-hati saja. Jangan mudah percaya sama email-email atau SMS yang menjanjikan uang. Kalau memang serius, mereka tidak akan meminta uang duluan.
    Salam kenal.

    Joe

    Reply

  2. BEH LACUR!!! Rugi Bandar donk!
    Kadang kala orang itu lupa daratan jikalau mendapat sesuatu yang berbau GRATISAN / BONUS / HADIAH etc…

    Dan khusus terhadap orang2 yang biasa BERJUDI, maaf, biasanya memiliki jiwa / semangat / feeling AKAN MENANG / AKAN DAPAT… lebih besar dan kuat dibanding orang2 yang tidak suka / tidak biasa JUDI. khusus mengenai tawaran akan mendapat hadiah / keuntungan dengan mengirimkan sejumlah uang merupakan salah satu bentuk permainan / taruhan dari rasa penasaran terhadap feeling menang yang akan didapatkan tersebut. Makanya saran atau masukan yang berbau mencegah, mengingatkan pasti akan tidak dihiraukan karena FEELING AKAN DAPAT / FEELING AKAN MENANG sudah tergambar jelas dalam hayalan para penggila JUDI…

    Turut Prihatin dengan pengalaman Paman anda, semoga bisa menjadi pengalaman kita semua agar tidak turut menjadi daftar korban-korbannya.

    Suksma.

    Reply

  3. mr.keke says:

    pelajaran yang sangat berharga bagi pebisnis di internet.
    tulisan ini sangat membuat saya teringat rekan saya di jogja yang kena 10jt rupiah, karena dijanjikan bakalan export semen pebulannya dengan keuntungan ribuan dollar. Modusnya persis dengan cerita diatas.

    Reply

  4. Dek Didi says:

    #Harry
    Benar itu, keyakinan yang kuat itu timbul karena kita terlalu percaya akan perasaan kita, tanpa pertimbangan (rasio) yang kuat.

    #Mas Keke
    Tulisan ini masih ada lanjutannya. Nanti saya publish. Saat ini masih terlalu banyak kerjaan, belum sempat nulis panjang-panjang.

    Reply

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

CommentLuv Enabled

?>